Sebagai contoh, Wiyagus menyoroti keberhasilan penerapan creative financing di sejumlah daerah. Salah satunya adalah pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Perawatan stadion tersebut dikerjasamakan dengan klub sepak bola Persib Bandung sehingga tidak lagi menjadi beban Pemda, bahkan memberikan manfaat ekonomi.
Menurut Wiyagus, Kota Jambi memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan strategi tersebut karena dipimpin oleh kombinasi kepala daerah dengan latar belakang birokrasi dan dunia usaha. Ia menilai, sinergi tersebut dapat menghadirkan berbagai inovasi pembiayaan di luar mekanisme konvensional.
“Jadi kalau bicara creative financing sudah ideal. Jadi, bagaimana lahan tidur yang menjadi aset-aset pemerintah daerah ini benar-benar bisa diberdayakan, bisa menghasilkan profit lah ya untuk menambah PAD,” tegasnya.
Selain itu, Wiyagus mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Jambi untuk terus memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, langkah tersebut dapat mendorong terwujudnya kemandirian fiskal sekaligus mempercepat pembangunan daerah.

