Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Viral Curhatan PNS di Boyolali Ngaku Dipaksa Menangkan Ganjar-Mahfud
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Politik > Viral Curhatan PNS di Boyolali Ngaku Dipaksa Menangkan Ganjar-Mahfud
Politik

Viral Curhatan PNS di Boyolali Ngaku Dipaksa Menangkan Ganjar-Mahfud

Farih
Farih Published 15 Nov 2023, 20:45
Share
1 Min Read
517b4f39 8038 4550 a3cd 8f7875c9206c
Oknum PNS ngaku diperintah menangkan PDIP dan pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Foto: Instagram @kabarnegri
SHARE

IPOL.ID – Viral pengakuan seorang wanita yang mengenakan seragam pegawai negeri sipil (PNS) diintruksikan untuk memenangkan pasangan capres dan cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

“Kalau itu sudah jadi rahasia umum, diarahkan untuk memenangkan PDIP dan memilih Ganjar,” ujar oknum PNS dalam video yang diunggah akun Instagram @kabarnegri dikutip pada Rabu (15/11).

Dalam curhatannya, PNS itu bahkan mengatakan jika adanya pungutan uang dengan alasan gotong royong. Mirisnya, jika mereka menolak akan dimutasi atau dikucilkan dari lingkungan kerja.

“Kalau aku dengar dari teman-teman yang dipungut biaya sumbangan sama menangkan calon PDIP,” lanjutnya.

Wanita tersebut juga mengatakan jika perintah itu langsung dari pimpinan satuan kerja.

“Menurutku biasanya bupati, karena dia kan yang punya kuasa di Boyolali,” ucapnya.

Mirisnya, bagi yang membangkang atau tidak mengikuti arahan tersebut maka akan dikenakan sanksi. Disebutkan, sanksi tersebut bisa berupa dipindahtugaskan ke daerah yang jauh atau bahkan dikucilkan dari lingkungan kerja.

“Karena awal proses seleksinya pegawai itu kan dari Pemdes kemudian dapat rekom dari orang-orang partai itu. Bahasanya kamu kan tak masukan lewat partai, mestinya harus setor ke partai,” ungkapnya.

Sampai saat ini, curhatan PNS tersebut belum terkonfirmasi. Namun, masyarakat Boyolali ingin video tersebut diselidiki agar memastikan integritas proses politik di daerah mereka. (vinolla)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: ganjar-mahfud, PNS
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article 8d3151b8 9083 401b b22d 1c7dffda0175 Bamusi DKI: Aksi Solidaritas Rakyat Indonesia untuk Misi Kemanusiaan di Palestina
Next Article bace488d a484 4a96 a5d4 941f8be861a3 Jalan Waru Cilangkap Ditutup untuk Pengaspalan Hotmix

TERPOPULER

TERPOPULER
kereta api
Jakarta Raya

Viral! Pasangan Diduga Lakukan Aksi Asusila di Jalur Rel Jatinegara

Telkom
Bumi Berseru Fest 2025: Telkom Apresiasi 17 Inovator Lingkungan Terbaik
07 May 2026, 14:25
Nasional
Dedi Mulyadi Soroti Guru BK Potong Paksa Rambut 18 Siswi SMKN 2 Garut: ‘Kan Tinggal Diingatkan’
07 May 2026, 17:20
HeadlineNasional
LHKPN Prabowo Belum Terpublikasi, KPK: Masih Proses Verifikasi
07 May 2026, 13:29
Ekonomi
Dukung Hilirisasi dan Daya Saing, BPDP Ramaikan Rangkaian Hai Sawit Simposium 2026
07 May 2026, 19:26
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?