Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Kenapa Kaum Hawa Butuh Waktu Lebih Lama untuk Penyembuhan COVID-19?
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Tekno/Science > Kenapa Kaum Hawa Butuh Waktu Lebih Lama untuk Penyembuhan COVID-19?
Tekno/Science

Kenapa Kaum Hawa Butuh Waktu Lebih Lama untuk Penyembuhan COVID-19?

Iqbal
Iqbal Published 22 Jun 2021, 14:01
Share
2 Min Read
SHARE

indoposonline.id – Penelitian terbaru mengungkap kaum hawa yang terkena COVID-19 cenderung lebih lama membutuhkan waktu penyembuhan dibanding laki-laku. Perbandingannya mencapai 4:1.

Pada bulan Juni 2020, ketika laporan pertama tentang COVID panjang mulai menyebar ke komunitas medis, para dokter mulai melihat tren yang tidak biasa. Untuk kasus akut, terutama yang dirawat di rumah sakit karena kebanyakan adalah laki-laki dan berusia di atas 50 tahun. Sedangkan penderita COVID-19 yang waktu penyembuhannya lama relatif usia muda dan sebagian besar adalah kaum perempuan.

Selama 12 bulan terakhir, kecenderungan gender yang serupa telah menjadi jelas di seluruh dunia. Dari pasien yang lama dipantau oleh rumah sakit di Bangladesh dan Rusia hingga aplikasi Pelacak Gejala COVID, dari studi Fosfor-Covid di seluruh Inggris, hingga catatan medis dari klinik perawatan pasca-COVID spesialis di seluruh AS maupun Inggris, gambaran terus-menerus muncul tentang wanita muda hingga setengah baya yang rentan secara tidak proporsional.

Dr Sarah Jolley, yang menjalankan klinik perawatan pasca-COVID UCHealth di Aurora, Colorado, AS, mengatakan kepada Observer bahwa sekitar 60% pasiennya adalah wanita. Di Swedia, peneliti Karolinska Institute Dr Petter Brodin, yang memimpin long long Covid dari konsorsium global Covid Human Genetic Effort, menduga bahwa proporsi keseluruhan pasien perempuan lama mungkin lebih tinggi, berpotensi 70-80%.

Baca Juga

Ariana Grande. Foto: IG @arianagrande
Ariana Grande Umumkan Positif COVID-19 di Tengah Tur Promosi Film ‘Wicked: For Good’
Pilek, Flu, COVID-19: Mengapa Semua Orang Sakit Saat Ini?
Perjalanan Zhita Sembuhkan Covid-19 Bersama Program JKN

“Pola ini telah terlihat pada sindrom pascainfeksi lainnya,” kata Dr Melissa Heightman, yang menjalankan klinik perawatan pasca-COVID UCLH di London utara.

“Sekitar 66% pasien kami adalah wanita. Banyak dari mereka bekerja penuh waktu, memiliki anak kecil, dan sekarang lebih dari seperempat dari mereka benar-benar tidak dapat bekerja karena mereka sangat tidak sehat. Secara ekonomi, ini bencana,” papar Heightman dilansir The Guardian.

Seperti yang ditunjukkan oleh Heightman, ini bukan tren baru dalam hal penyakit menular. Melainkan tren yang secara historis diabaikan.

Wanita diketahui empat kali lebih mungkin terkena ME/CFS (myalgic encephalomyelitis, atau sindrom kelelahan kronis), suatu kondisi yang diyakini memiliki asal infeksi pada sebagian besar kasus. Sementara penelitian juga menunjukkan bahwa pasien dengan penyakit Lyme kronis secara signifikan lebih mungkin terjadi pada perempuan.

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Covid-19, pasien sembuh covid di jakarta
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Jadwal Lengkap Pertandingan 10 Negara Peserta Copa America 2021
Next Article bg Menkominfo Ngarep 5G Ciptakan Lompatan Besar dalam Inovasi Digital

TERPOPULER

TERPOPULER
Senior Director Chief Marketing Officer (CMO) PT Danantara Asset Management (Persero), Dendi T. Danianto menyampaikan paparan mengenai penguatan brand positioning dalam acara PaDi Business Forum & Showcase 2026, Senin (6/5). Foto: Telkom Indonesia
Telkom

Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM

Hukum
KPK Panggil PNS Ditjen Bea Cukai dan Swasta, Bakal Dikorek Soal Korupsi Importasi Barang
25 May 2026, 12:37
Ekonomi
OJK Percepat Pertumbuhan Ekonomi Daerah Melalui Sinergi Lintas Sektor
25 May 2026, 19:11
Ekonomi
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, PT Pegadaian dan PT ANTAM (Persero) Tbk Jalin Sinergi Strategis Perdagangan Logam Mulia
25 May 2026, 18:30
Politik
Sari Yuliati Tinjau Jamaah Haji NTB di Mekkah, Serap Aspirasi dan Pastikan Pelayanan Jamaah Optimal Jeddah
25 May 2026, 20:11
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?