Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Suasana Politik di Bulan Puasa, HNW: Agama adalah Katalisator bagi Pemeluknya untuk Bangkit.
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Politik > Suasana Politik di Bulan Puasa, HNW: Agama adalah Katalisator bagi Pemeluknya untuk Bangkit.
Politik

Suasana Politik di Bulan Puasa, HNW: Agama adalah Katalisator bagi Pemeluknya untuk Bangkit.

Farih
Farih Published 27 Mar 2024, 13:35
Share
4 Min Read
5497eed5 cd66 43d1 9b2a c7933f5027c3
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Foto: MPR
SHARE

IPOL.ID – Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA, atau HNW mengajak bangsa Indonesia mensyukuri kebhinekaan yang dimiliki, yang mementingkan “ketunggal ikaan”, baik keberagaman dalam hal seni budaya, orientasi politik maupun keberagaman agama.

Tak terkecuali, keragaman hari-hari besar yang dimiliki dan diimani masing masing pemeluk agama. Apalagi, keberagamaan hari-hari besar agama, itu bisa menjadi katalisator atau pintu pembuka bagi setiap pemeluk agama untuk segera bangkit dari apapun kondisi yang terjadi sebelumnya, menuju ketunggal ikaan kita sebagai umat yang berukhuwah baik islamiyyah, basyariyah maupun wathaniyyah.

Karenanya Agama juga berkontribusi besar menjaga kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Termasuk paska pemilihan umum lima tahunan yang telah berlangsung beberapa waktu lalu.

Agama, menurut HNW selain mengajarkan kebenaran dan memperjuangkan kebenaran, juga menganjurkan kesabaran, pentingnya kerukunan serta persaudaraan.

Agama juga mengajak penganutnya, selalu berpandangan untuk mengubah kondisi yang kurang baik menjadi baik, dan yang sudah baik agar menjadi lebih baik lagi.

“Dalam kontek ini, kita bangsa Indonesia, khususnya Partai Keadilan Sejahtera yang afiliasi politiknya sangat jelas, di satu fihak kami memahami bahwa pemilu sudah berlalu, tetapi hasil dari pemilu itu menyisakan masalah yang disengketakan. Karena itu partai mempergunakan hak konstitusionalnya untuk memperjuangkan keadilan, kebenaran, melalui mekanisme yang dibuka oleh aturan negara, yaitu DPR dan MK,” kata Hidayat Nur Wahid menanggapi berbagai dinamika kehidupan berpolitik dan bernegara, paska pemilu yang waktunya hampir berbarengan dengan peringatan hari-hari besar umat beragama, termasuk bulan puasa.

Pernyataan itu disampaikan HNW usai menggelar acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim. Acara tersebut berlangsung di rumah dinas Wakil Ketua MPR bilangan Kemang Jakarta Selatan, Senin (25/3/2024). Hadir pada acara tersebut sejumlah petinggi PKS, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus masjid dan muholla, hingga pengurus serta duapuliluhan anak yatim dari yayasan Al Akhyar Kemang.

Agama menurut HNW, juga mengajarkan umatnya melakukan amal makruf dengan cara yang makruf dan nahyi munkar tidak dengan cara yang munkar juga, dan karenanya berani mengkoreksi bila ada kecurangan, ketidak jujuran, pelanggaran hukum, maupun tindak manipulasi. Apalagi, dalam konteks pemilu, upaya melawan kecurangan, yang dilakukan melalui MK adalah bagian dari aturan yang dibuat oleh konstitusi. Dan itu adalah kesepakan yang harus ditaati bersama.

“Agama menggariskan kita untuk melaksakan kesepakatan bersama, di Muhammadiyah dinamakan darul ahdi atau negara kesepakatan. Karena kita bersepakat tentang konstitusi, dan konstitusi mengatur tentang pemilu, termasuk bila terjadi sengketa berpemilu. Sekarang bola ada di Mahkamah Konstitusi. Dan MK, diisi oleh para hakim, bukan hanya beragama, tapi dipersyaratkan untuk juga menjadi negarawan,” kata Hidayat lagi.

Karena itu, HNW berharap, para hakim di MK betul-betul berbuat adil, berani menegakkan keadilan dan kebenaran, menolak intervensi dan parsial. Agar bisa menegakkan kebenaran dan keadilan. Dengan begitu apapun hasilnya, akan lebih diterima oleh siapapun. Yang menang maupun kalah. Termasuk mereka yang dinyatakan menang, kemudian terkoreksi, juga akan legowo kalau memang terbukti ada kebohongan.

“Sekarang Ini adalah momentum yang sangat baik bagi MK. Ketika kita umat Islam, termasuk sebagian besar hakim MK, memasuki akhir bulan Ramadan, maka persidangan di MK masih berlangsung, maka sebagaimana kata ulama, ini juga fase yang disebut sebagai “itqun minannaar”(terhindar dari api neraka). Jangan sebaliknya, diakhir Ramadan malah masuk neraka. Semoga para hakim kita jadi penghuni surga, karena itu penting untuk menghukumi dengan melaksanakan kebenaran dan keadilan, dengan mengoreksi kecurangan dan pelanggaran aturan hukum, serta benar-benar berlaku yang independen,” pungkas HNW.

Baca Juga

Menag hari nyepi
Pesan Idul Fitri 2026, Menag: Puasa Perkuat Empati dan Peduli
Menndikdasmen Imbau Tingkatkan Kepedulian Sosial dan Lingkungan
BKSAP–Kemenlu Tegaskan Arah Diplomasi di Tengah Geopolitik Global
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: agama, HNW, Politik, puasa
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article b4df0343 0604 4c40 9a6a 3b9cdc045efb 50 Ribu Bibit Akan Dibagikan pada Launching Sedekah Pohon Sekaligus Buka Puasa Akbar di Bone
Next Article 12f53025 16e7 46ee 9037 3a3cc9afb95e Kepemimpinan Edi-Rendi Berbuah Manis, Melejit Peningkatan Perekonomian dan Pembangunan

TERPOPULER

TERPOPULER
Adhyaksa FC
Olahraga

Bungkam Persipura, Adhyaksa FC Promosi ke Super League

Hukum
KPK Periksa Pihak Len Railway Systems Terkait Korupsi di DJKA Kemenhub
08 May 2026, 20:45
Hukum
Periksa Pejabat Bea Cukai dan Swasta, KPK Gali Terus Korupsi di Ditjen Bea Cukai
08 May 2026, 17:22
Jakarta Raya
Penataran Pelatih Anggar DKI 2026: Ghozi Zulazmi: Anggar siap Mendukung Target KONI DKI menjadi Juara Umum di PON 2028
08 May 2026, 21:52
Telkom
TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk: Jembatan Digital Pertama yang Menghubungkan Indonesia – Papua Nugini
08 May 2026, 22:12
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?