Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Lebanon Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Israel Hampir Capai Kesepakatan
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Headline > Lebanon Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Israel Hampir Capai Kesepakatan
Headline

Lebanon Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Israel Hampir Capai Kesepakatan

Farih
Farih Published 26 Nov 2024, 23:11
Share
3 Min Read
Serangan Israel di Beirut, Lebanon. Foto: Medsos X
Serangan Israel di Beirut, Lebanon. Foto: Medsos X
SHARE

IPOL.ID – Kesepakatan gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel hampir selesai dan dapat dideklarasikan dalam waktu 36 jam ke depan jika negosiasi berjalan dengan lancar, demikian disampaikan anggota parlemen Lebanon, Qassem Hashem, pada Senin (25/11).

“Suasananya positif, dan diskusi gencatan senjata telah mencapai tahap lanjut. Hanya tinggal menunggu beberapa jam lagi sebelum sebuah kesepakatan diselesaikan dan diumumkan jika kemajuan terus berlanjut seperti yang diharapkan,” kata Qassem Hashem kepada Anadolu, Selasa (26/11).

Perkembangan ini bertepatan dengan laporan bahwa kabinet keamanan Israel akan bersidang pada Selasa untuk menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan Hizbullah.

Saluran televisi swasta Al Jadeed Lebanon melaporkan pada Senin malam bahwa Lebanon telah diberitahu secara resmi mengenai kesepakatan gencatan senjata tersebut, namun masih bungkam untuk memastikan keberhasilannya.

Saluran tersebut mencatat, bagaimanapun, bahwa “detail-detail kecil” masih dalam pembahasan namun diperkirakan tidak akan mempengaruhi ketentuan-ketentuan inti dari perjanjian tersebut.

Hashem, anggota blok parlemen Pembangunan dan Pembebasan yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Nabih Berri, menekankan bahwa Lebanon akan mengumumkan gencatan senjata hanya setelah AS melakukannya.

“Jika ada niat yang tulus, prosesnya akan berjalan dengan sendirinya. Dalam 36 jam ke depan, kami mengharapkan sebuah kesepakatan yang final,” tambahnya.

Meskipun mengungkapkan optimisme yang hati-hati, Hashem mengakui tantangan yang ditimbulkan oleh Israel, menggambarkannya sebagai “musuh yang sulit diatur dan sembrono.”

Namun, ia menyoroti bahwa sentimen internasional yang ada saat ini mendukung kesepakatan, menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk gencatan senjata.

Hashem juga menegaskan komitmen Lebanon untuk mematuhi keberatan-keberatan yang telah diuraikannya terkait proposal yang didukung AS dan untuk menerapkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang telah memandu perundingan.

Diadopsi pada tahun 2006, Resolusi 1701 menyerukan penghentian permusuhan di Lebanon selatan setelah konflik 33 hari antara Hizbullah dan militer Israel.

Pekan lalu, utusan AS Amos Hochstein mengunjungi Lebanon dan Israel sebagai bagian dari upaya mediasi Washington untuk menengahi gencatan senjata.

Israel telah meningkatkan serangan udaranya di Lebanon terhadap apa yang diklaimnya sebagai target-target Hizbullah sebagai bagian dari perang selama setahun melawan kelompok Lebanon tersebut sejak dimulainya perang Gaza tahun lalu.

Lebih dari 3.760 orang telah tewas dalam serangan Israel di Lebanon, dengan hampir 15.700 orang terluka dan lebih dari satu juta orang mengungsi sejak Oktober lalu, menurut otoritas kesehatan Lebanon.

Israel pada tanggal 1 Oktober tahun ini memperluas konflik dengan melancarkan serangan darat ke Lebanon selatan. (far)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Gencatan Senjata, israel, Lebanon
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Petugas gabungan melakukan evakuasi korban bencana di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara, pada Selasa (26/11/2024). Foto: Ist 20 Warga Meninggal Akibat Bencana Hidrometeorologi di Sumut
Next Article Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terpajang di Lobi Gedung Merah Putih, Kuningan, Jaksel. Foto: Yudha Krastawan/ipol.id Gugatan Praperadilan Ditolak, Karna Suswandi Masih Jadi Tersangka Korupsi di KPK

TERPOPULER

TERPOPULER
Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Ekonomi

Kinerja Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Berlanjutnya Ketidakpastian Kondisi Global

Jabodetabek
Banjir Rendam 7 Desa di Bogor, 346 KK Terdampak
05 May 2026, 19:07
HeadlineOlahraga
Borneo FC Nyaris Kudeta Persib di Puncak Klasemen usai Hajar Persita 2-0
06 May 2026, 06:10
Ekonomi
Makin Hemat Pesan Makan hingga Kirim Barang Pakai Aplikasi Grab, BRI Tawarkan Potongan Harga Spesial bagi Pengguna BRI Kartu Kredit Mastercard!
05 May 2026, 18:10
Headline
4 Dokter Internship Meninggal Diduga Karena Beban Kerja, Legislator Minta Investigasi
05 May 2026, 21:45
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?