Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Kuasai Teknologi, Peneliti Indonesia Bangun Mikrosatelit
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Tekno/Science > Kuasai Teknologi, Peneliti Indonesia Bangun Mikrosatelit
Tekno/Science

Kuasai Teknologi, Peneliti Indonesia Bangun Mikrosatelit

Iqbal
Iqbal Published 29 Nov 2024, 15:30
Share
5 Min Read
Satelit HTS Baru. Foto: Telkom Indonesia
Satelit HTS Baru milik Telkom Indonesia. Foto: Telkom Indonesia
SHARE

IPOL.ID – Indonesia akan segera mengembangkan platform mikrosatelit di orbit geostasioner, sebuah lompatan besar yang menjadi misi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dalam kolaborasi kerja sama.

Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Robertus Heru Triharjanto mengaku, untuk melangkah ke tahapan tersebut. BRIN melalui Pusat Riset Teknologi Satelit (PRTS) sudah mempunyai dasar yang kuat.

Di mana, pusat riset ini sudah bisa membangun platform satelit di level komponen sampai level sistem. Hal itu ia sampaikan saat pendatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilakukan oleh Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit (PRTS) BRIN, Wahyudi Hasbi dengan CEO PT PSN, Adi Rahman Adiwongso di Jakarta pada Kamis (28/11/2024)

 
“Mulai dari merancang satelit, mengembangkan komponen untuk mengendalikan sikap satelit, dan juga melakukan manuver orbit serta menjaga orbitnya supaya hasil pengambilan fotonya konsisten,” ungkap Heru dalam keterangan resminya, Jumat (29/11/2024).
 
Heru menganggap PT PSN sebagai pemain utama dalam satelit telekomunikasi geostasioner yang memerlukan platform satelit. Pengalaman periset BRIN dalam merancang satelit mikro (kecil) sangat relevan dengan kebutuhan PT PSN.
 
Tantangannya, menurut Heru, terletak pada perbedaan signifikan antara satelit yang sebelumnya dirancang untuk ketinggian 550-650 km dan platform yang akan diterbangkan pada ketinggian 36.000 km.
“Ini akan menjadi teknologi pertama yang dikembangkan dengan lingkungan dan radiasi yang berbeda, serta mampu berpindah-pindah titik untuk mentransmisikan data, bukan hanya untuk foto rupa bumi,” jelas Heru.
 
Heru juga menekankan bahwa kerja sama ini mencapai tonggak penting dalam upaya hilirisasi riset satelit Indonesia. Hal ini tidak mudah karena banyak industri yang ingin membeli komponen satelit justru berasal dari luar negeri.
 
CEO PT PSN Adi Rahman Adiwongso menyebutkan kebutuhan perusahaan dalam menjalin kerja sama dengan industri antariksa Indonesia. Khususnya dengan BRIN, untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam pengembangan satelit.
 
“Kami ingin mengembangkan platform untuk satelit kecil di Geostationary Earth Orbit (GEO), sehingga Indonesia tidak hanya menguasai pembangunan satelit di Low Earth Orbit (LEO) seperti yang dilakukan BRIN hingga saat ini, tetapi juga di GEO,” harap Adi.
 
Adi menjelaskan, satelit di orbit GEO sangat dibutuhkan, tidak hanya untuk komunikasi, tetapi juga berbagai fungsi lainnya. Dengan kemampuan bus satelit yang dimiliki BRIN, Indonesia kini memiliki kemampuan untuk mencakup semua kebutuhan tersebut.
 
Tujuan lainnya adalah agar pengembangan satelit dapat dilakukan secara cepat dan ekonomis, dengan kontrol penuh atas prosesnya. “Dengan kemampuan Indonesia dalam integrasi satelit, kami berharap kerja sama dengan BRIN dapat mempercepat peluncuran satelit dari Indonesia, sehingga pada 2045, Indonesia dapat mengakses antariksa secara mandiri,” ujar Adi.
 
Ia mengungkapkan keinginan untuk mengembangkan industri satelit dalam negeri, mengingat tantangan besar yang dihadapi industri satelit GEO. Seluruh industri GEO tengah mengalami guncangan akibat sistem LEO yang telah mengubah tatanan ekonomi dan menyebabkan kerugian besar.
 
Oleh karena itu, pihaknya mendorong pengembangan kemampuan di dalam negeri. Adi yakin, melalui kerja sama dengan BRIN, tantangan tersebut dapat diatasi, mengingat BRIN memiliki rekam jejak yang baik dalam pengembangan satelit di orbit LEO.
 
Adi berharap, pada tahun 2026 Indonesia dapat meluncurkan satelit LEO untuk kawasan katulistiwa. Di sisi lain, ia menekankan pentingnya membangun kemampuan akses antariksa dan menciptakan sektor ekonomi baru berbasis pemanfaatan antariksa.
 
“Kami melihat bahwa industri antariksa kini bernilai 600 miliar dolar dan diperkirakan berkembang menjadi 1,8 triliun dolar pada 2035. Jadi, kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Harapannya  kerja sama dengan BRIN dan potensi kolaborasi dengan kementerian serta lembaga lain akan mendorong perkembangan industri antariksa Indonesia,’’imbuhnya.
Sementara itu Sekretaris Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Lindawati Wardani, mengatakan sebagai upaya mendorong hilirisasi atas hasil riset dan inovasi yang dihasilkan para periset BRIN dan mitra industri.  Kolaborasi BRIN dengan industri atau swasta diharapkan dapat memperkuat serta melakukan perubahan terhadap produk inovasi menjadi produk komersial.
 
Ia menambahkan, penandatanganan tersebut juga sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani tahun sebelumnya. “Kami berharap, kolaborasi ini makin mempererat jaringan kerja sama sehingga memperkuat daya saing indonesia secara global, utamanya di bidang teknologi satelit,” harap Linda.(ahmad)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Mikrosatelit, Peneliti BRIN:, Satelit Indonesia
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Naskah Surat Incung pada Kertas. Foto: indonesia.go.id/BL EAP117/29/1/1 Mempelajari Aksara Incung, Warisan Budaya Manuskrip dari Jambi
Next Article Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, memberikan keterangan pers usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 26 November 2024. Foto: BPMI Setpres Pemerintah Kaji Kebijakan Pembelajaran Coding dan Evaluasi Kebijakan Zonasi PPDB

TERPOPULER

TERPOPULER
kapol b
HeadlineNasional

Kapolri Mutasi 108 Pati dan Pamen Polri di Bulan Mei 2026, Siapa saja?

HeadlineNews
Tiga Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Ditutup
10 May 2026, 17:07
Ekonomi
Indonesia Punya Pabrik Kawat Baja Baru di Subang, Nilainya Rp300 Miliar
10 May 2026, 13:30
Nasional
Kepala BMKG Tegaskan Pentingnya Teknologi untuk Kemanusiaan
10 May 2026, 10:00
HeadlineOlahraga
Sambut Antusias Iwan Bule, Ribuan Anggota Bomber Padati GOR Sangkuriang Cimahi Saat Persib Tekuk Persija 2-1
10 May 2026, 19:53
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?