IPOL.ID – Nepal diguncang gelombang protes besar-besaran yang memaksa sejumlah pejabat tinggi negara itu mundur, termasuk Perdana Menteri Khadga Prasad Sharma Oli dan Presiden Ram Chandra Poudel.
Unjuk rasa yang dipelopori generasi muda, dikenal dengan sebutan “Revolusi Gen Z”, berubah menjadi kerusuhan berdarah dengan puluhan korban jiwa dan ratusan lainnya luka-luka.
Kerusuhan awalnya dipicu oleh keputusan pemerintah memblokir sejumlah media sosial ternama yang gagal mendaftar ke Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi pada awal September.
Pemblokiran itu memantik amarah publik, khususnya kalangan muda, yang selama ini memanfaatkan platform digital untuk menyuarakan kritik terhadap praktik korupsi di pemerintahan.
Aksi protes kemudian meluas ke jalanan ibu kota Kathmandu dan kota-kota besar lain. Situasi semakin panas setelah massa berhasil menerobos gedung parlemen, membakar sebagian fasilitas, serta menyerang kediaman sejumlah tokoh politik, termasuk rumah pribadi Presiden Poudel dan PM Oli, demikian dilaporkan NDTV, Selasa (9/9).

