IPOL.ID- Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Federasi Karate -Do Indonesia (,Forki) DKI Jakarta “Deadlock” (jalan buntu-red) akibat peserta berselisih paham terkait pemberian dan pemegang mandat yang sah untuk memilih Ketua Forki DKI masa bakti 2025- 2029, Sabtu (1/11/2025) malam, di Gedung KONI Jakarta.
“Tidak ketemu jalan keluar terkait pemegang mandat suara dari dua kubu peserta , itu alasan Musprovlub Forki Deadlock ,” kata Kusdi. “Intinya hari ini kita keluarga besar Forki DK Jakarta melaksanakan Musprovlub. Calon ketua ada dua, pihak kami mengusung Mayjen TNI Herianto Syaputra dan pihak satunya memajukan Kajati Jakarta Patris Yusrian Jaya,” sambung Kusdi.
Dijelaskan Kusdi, setelah menjalani proses hingga larut malam Stering Comitte (SC) yang diketuai Bonita tidak ada keputusan tegas terkait mandat yang sah untuk suara memilih ketua. Ada keberpihakan atau tidak netral dari SC, sehingga Musprovlub Forki DKI Jakarta menemui jalan buntu alias deadlock.
“Ada silang pendapat terkait surat mandat yang sah, dan SC tidak dapat tegas mengambil keputusan.,” ucap Kusdi. “Kita keberatan carateker koq mengeluarkan surat mandat untuk Perguruan Kala Hitam. Juga kita keberatan Jakarta Selatan yang pada Oktober masa jabatan habis, mereka perpanjang untuk bisa hafir sebagai peserta di Musprovlub ini. Juga pengurusan dadakan diterbitkan untuk Perguruan Black Panther yang 10 tahun tak berkegiatan dan tidak terdaftar dojonya ada dimana, tapi mereka mengantongi mandat suara di Musprovlub ini. Ini kan gak benar dan nggak bagus untuk cabor karate yang kstaria dengan mengedepankan nilai-nilai kejujuran di atas segalanya. Kasihan juga pak Kajati Jakarta diseret-seret oleh oknum pengurus yang ingin bertahan berkuasa tapi dengan cara-cara yang tidak benar alias menghalalkan segala cara,” sambungnya.

