IPOL.ID – Fenomena tanah amblas di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, kembali menguatkan alarm kerawanan bencana di wilayah dataran tinggi Aceh. Pergerakan tanah yang telah berlangsung selama hampir dua dekade itu dilaporkan terus meluas dan kini mengancam badan jalan lintas kabupaten Blang Mancung–Simpang Balik, jalur strategis penghubung Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Pantauan di lokasi pada Selasa (13/1/2026) menunjukkan jarak antara titik amblasan dengan tepi jalan tersisa sekitar satu meter. Kondisi ini menimbulkan kecemasan serius di kalangan warga dan pengguna jalan, mengingat jalur tersebut menjadi nadi utama mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian dari kawasan pedalaman.
“Kalau hujan deras, kami selalu was-was. Takut tiba-tiba jalan runtuh,” ujar salah seorang warga setempat, Selasa (13/1/2026).
Ancaman longsor susulan dinilai semakin besar, terutama saat curah hujan tinggi melanda wilayah tersebut. Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Tanah amblas di Pondok Balik bukan fenomena baru. Peristiwa serupa telah terjadi sejak 2006 dan bahkan sempat memutus total akses jalan Blang Mancung–Simpang Balik pada masa itu.

