IPOL.ID- Pasar motor besar di Indonesia sepanjang 2025 masih menghadapi tantangan. Meski sektor layanan purna jual atau servis menunjukkan peningkatan, penjualan unit motor besar dinilai belum sepenuhnya memuaskan.
Hal itu disampaikan Direktur Utama Anak Elang Harley-Davidson, Suherli saat menggelar “Harley night IFTAR” pada Jumat (13/3/2026).
Suherli menyampaikan kondisi ekonomi yang cenderung melambat membuat sebagian konsumen menahan diri untuk membeli kendaraan dengan harga tinggi.

“Dari sisi servis memang ada kenaikan. Tapi dari sisi penjualan motor masih belum terlalu memuaskan. Mungkin karena kondisi ekonomi yang agak melambat sehingga masyarakat menahan diri untuk membeli motor besar,” ujar Suherli dalam kesempatan itu.
Suherli mengamati penurunan ini sebenarnya terjadi secara lebih luas di industri otomotif. Sepanjang 2025, penjualan kendaraan secara umum mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, pelaku industri optimistis kondisi akan membaik pada 2026.
