Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Negosiasi AS-Iran Buntu, Negara Teluk Cemas
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Headline > Negosiasi AS-Iran Buntu, Negara Teluk Cemas
Headline

Negosiasi AS-Iran Buntu, Negara Teluk Cemas

Farih
Farih Published 21 Apr 2026, 12:33
Share
3 Min Read
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran. Foto iStock
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran. Foto: iStock
SHARE

IPOL.ID – Kebuntuan dalam negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu kekhawatiran baru di kalangan negara-negara Arab Teluk. Alih-alih meredakan ketegangan kawasan, arah pembicaraan yang tidak menentu justru dinilai berpotensi memperkuat posisi strategis Teheran, terutama terkait kendali atas jalur vital Selat Hormuz.

Sejumlah pejabat dan analis menilai agenda negosiasi ke depan cenderung bergeser. Fokus pembahasan diperkirakan lebih diarahkan pada pembatasan program pengayaan uranium Iran serta pengelolaan pengaruhnya di Selat Hormuz.

Pergeseran ini dianggap mengesampingkan isu krusial lain seperti pengembangan rudal dan aktivitas kelompok proksi Iran di kawasan.

Sumber di kawasan Teluk mengungkapkan kekhawatiran bahwa pendekatan tersebut hanya bertujuan menjaga stabilitas ekonomi global, bukan mengurangi pengaruh Iran secara signifikan.

Selat Hormuz, yang sebelumnya tidak menjadi titik utama perundingan, kini dipandang sebagai garis merah baru dalam dinamika geopolitik.

“Pada akhirnya, Hormuz akan menjadi garis merah. Itu bukan isu sebelumnya, tapi sekarang menjadi prioritas. Targetnya telah berubah,” ungkap seorang sumber yang dekat dengan lingkaran pemerintah Teluk, dilansir Reuters, Selasa (21/4).

123Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: negara teluk, Negosiasi AS-Iran
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan Ekosistem digital yang kuat dan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat menjadi modal penting dalam mendorong adopsi AI secara luas. Foto: Humas Kemkomdigi Menkomdigi: AI Bisa Tambah 3,67 Persen PDB Indonesia
Next Article Ketua DPR Puan Maharani. Foto: Parlementaria DPR Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Setelah 2 Dekade Tertunda

TERPOPULER

TERPOPULER
kru pertamina
Nasional

Kapal Tanker Pertamina Diawaki Kru Asing, Pengakuan Pelaut Indonesia di Selat Hormuz Viral

Hukum
KPK Panggil Komisaris Mataram Inti Konstruksi dan Cakra Semesta Dalami Korupsi Proyek Jalur Kereta Api
21 Apr 2026, 17:13
Telkom
Dari Kesetaraan Menuju Dampak, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan
21 Apr 2026, 14:11
Headline
Anggaran IT Rp1,2 Triliun Jadi Sorotan, Kepala BGN Beri Penjelasan
21 Apr 2026, 14:45
Nusantara
Tragis! Santri SMP Meninggal Diduga Jatuh dari Ketinggian di Pesantren
21 Apr 2026, 10:55
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?