IPOL.ID – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan Front Perlawanan akan melanjutkan perjuangannya hingga pasukan asing diusir dari Asia Barat dan rezim Zionis dieliminasi.
Mereka menekankan bahwa perkembangan terkini telah menghadirkan realitas baru bagi musuh-musuh di kawasan tersebut.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Rabu (3/6/2026), Tasnim menyebut, IRGC memperingati wafatnya pendiri Republik Islam, Imam Khomeini, dan pemberontakan 5 Juni 1963, menekankan pentingnya persatuan nasional dan perlawanan berkelanjutan terhadap dominasi asing.
Pernyataan tersebut mengatakan bahwa kehadiran rakyat Iran di jalanan berfungsi sebagai dukungan bagi medan perang, memperkuat front diplomatik, dan merupakan faktor penting dalam mencapai kemenangan penuh dan final.
“Rakyat Iran tidak akan pernah menyerah pada narasi palsu dan prestasi yang direkayasa oleh musuh. Terlebih lagi, musuh telah dipaksa untuk menerima aturan baru yang diberlakukan oleh bangsa Iran dan Angkatan Bersenjata negara di lapangan, khususnya di bidang pengelolaan dan pengendalian Selat Hormuz secara cerdas,” kata IRGC.
