IPOL.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat hilirisasi hasil riset melalui implementasi teknologi Fast Pyrolysis Multikondensor (Faspol) Generasi 5 di TPS 3R Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Inovasi ini mampu mengubah sampah plastik bernilai rendah menjadi bahan bakar alternatif, sekaligus menjadi solusi atas tantangan pengelolaan sampah dan kebutuhan energi masyarakat.
Teknologi hasil riset BRIN tersebut mendapat perhatian khusus saat dikunjungi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Anggota Dewan Pengarah BRIN, Pemerintah Kabupaten Kendal, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pertamina Foundation dalam peluncuran program pengelolaan sampah terpadu serta PF Science 2026, mengutip Senin (15/6/2026).
Hanif menilai Faspol Generasi 5 merupakan terobosan yang mampu menjawab kebutuhan energi, terutama di wilayah terpencil dan daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses energi. Menurutnya, teknologi ini menunjukkan bahwa sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Solusi kebutuhan energi di kawasan terpencil dan wilayah yang sulit mendapatkan akses energi kini terjawab melalui Teknologi Pirolisis Multikondensor atau Faspol Generasi 5. Inovasi ini menunjukkan bahwa sampah dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai dan mendukung kemandirian energi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kesiapan teknologi yang dikembangkan BRIN karena telah didukung oleh data pengujian yang komprehensif, termasuk aspek emisi yang selama ini menjadi perhatian utama dalam penerapan teknologi termal untuk pengelolaan sampah.
“BRIN menjawab tantangan pengelolaan sampah melalui teknologi pirolisis yang didukung data pengujian komprehensif, termasuk hasil pengujian emisi. Ini menjadi aspek penting karena persoalan emisi sering menjadi tantangan dalam penerapan teknologi termal untuk pengelolaan sampah,” tegas Hanif.
Ketua Tim Pengembang Teknologi Faspol sekaligus Peneliti Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN, Tri Martini, menjelaskan bahwa Faspol merupakan teknologi pirolisis multikondensor yang mengintegrasikan proses pirolisis dan destilasi dalam satu sistem. Teknologi ini dirancang untuk memanfaatkan sampah plastik bernilai rendah (low value plastic) yang selama ini sulit didaur ulang.
“Mesin ini bukan pirolisis biasa, tetapi menggabungkan proses pirolisis dan destilasi secara bersamaan. Dengan teknologi ini, sampah plastik low value yang selama ini menjadi masalah dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif,” jelasnya.
Menurut Tri, Faspol mampu mengolah sekitar 50 kg sampah plastik menjadi 90–95% bahan bakar cair berupa crude oil. Produk tersebut selanjutnya dapat ditingkatkan kualitasnya melalui proses lanjutan hingga menjadi Petasol (PE Terobosan Alternatif Setara Solar) yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.
Anggota Dewan Pengarah BRIN, Tri Mumpuni, menegaskan bahwa teknologi Faspol merupakan contoh nyata bagaimana riset dapat dihilirisasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Riset harus mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Teknologi seperti ini menjadi solusi atas dua tantangan sekaligus, yaitu persoalan sampah dan kebutuhan energi. Inilah bentuk hilirisasi yang ingin terus didorong BRIN,” ujarnya.
Senada, Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menyampaikan bahwa Faspol merupakan salah satu inovasi unggulan penerima program PF Science 2025 yang berhasil mencapai tahap implementasi di masyarakat.
“Yang kami dorong bukan hanya ide atau hasil penelitian, tetapi bagaimana inovasi tersebut benar-benar diterapkan dan memberikan manfaat nyata. Teknologi Petasol ini membuktikan bahwa riset dapat menghadirkan solusi konkret bagi persoalan lingkungan sekaligus mendukung kemandirian energi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengapresiasi kolaborasi BRIN dan Pertamina Foundation dalam menghadirkan solusi inovatif bagi pengelolaan sampah di daerah. Menurutnya, teknologi pirolisis menawarkan pendekatan strategis untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi yang memiliki nilai ekonomi. Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Kendal berencana mereplikasi teknologi Faspol di lima lokasi lain yang saat ini menghadapi kondisi darurat sampah. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi daerah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi dan mendukung target pembangunan berkelanjutan.
Melalui implementasi Faspol Generasi 5 di Kabupaten Kendal, BRIN menunjukkan komitmennya dalam mempercepat hilirisasi hasil riset nasional. Inovasi ini tidak hanya menawarkan solusi terhadap persoalan sampah plastik, tetapi juga membuka peluang pengembangan energi alternatif berbasis ekonomi sirkular yang mendukung ketahanan energi, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (frw/ed:ugi)

