IPOL.ID – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeluarkan peringatan keras kepada AS, menekankan bahwa tindakan permusuhan yang berkelanjutan di wilayah tersebut akan dibalas dengan pembalasan yang tegas dan bahwa pangkalan-pangkalan Amerika di wilayah tersebut akan “mengalami neraka.”
Dalam sebuah unggahan yang dipublikasikan di media sosial pada hari Minggu, Komando Angkatan Laut IRGC mengatakan, “Penembakan membabi buta Amerika ke arah Sirik tidak menyelesaikan misteri dominasi kami atas Selat (Hormuz), tetapi penembakan kami terhadap para pelanggar mengingatkan kapal-kapal yang tersisa tentang jalur yang jelas untuk dilalui.”
“Situasi pangkalan-pangkalan Amerika di wilayah ini berbeda; mereka akan mengalami neraka dalam beberapa hari ini,” kata Angkatan Laut IRGC memperingatkan, melansir Tasnim.
Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan menyusul agresi AS yang diperbarui terhadap wilayah Iran dan pengaturan keamanan maritim di Selat Hormuz.
Sebelumnya, IRGC mengumumkan bahwa Angkatan Laut dan Angkatan Udara mereka melakukan operasi rudal dan drone terkoordinasi antara pukul 02.00 dan 03.00 pada tanggal 28 Juni sebagai tanggapan terhadap tindakan AS.

