IPOL.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial terkait prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Ucapan tersebut langsung mendapat balasan keras dari Kedutaan Besar Iran di Armenia.
Melalui akun resminya di platform X pada Minggu (5/7), Kedubes Iran menegaskan bahwa kematian seseorang tidak akan menghapus gagasan maupun perjuangan yang ditinggalkannya.
“Orang bisa dibunuh, tetapi cita-cita tidak bisa dimatikan. Anda membunuh Ayatollah Khamenei, tetapi pada kenyataannya Anda hanya memecahkan sebotol parfum yang aromanya menyebar ke mana-mana. Anda tidak memahami hal-hal seperti ini karena Anda tidak memiliki peradaban, sejarah, maupun kehormatan,” tulis Kedutaan Besar Iran.
Pernyataan tersebut merupakan respons atas wawancara Trump dengan Axios. Dalam wawancara yang dipublikasikan pada Sabtu (4/7), Trump mengklaim bisa saja “melenyapkan semua orang” yang menghadiri prosesi pemakaman Khamenei, namun memilih tidak melakukannya.
“Mereka semua ada di sana. Satu tembakan saja [dan kami bisa melenyapkan mereka semua], tetapi kami tidak akan melakukannya karena setelah itu tidak akan ada lagi yang bisa diajak bernegosiasi,” ucap Trump dilansir Axios.

