IPOL.ID-Gubernur Pramono menilai Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis. Hal itu dikarenakan Jakarta menyumbang 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.
Data yang dihasilkan tidak hanya menggambarkan struktur ekonomi Jakarta, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memotret perekonomian Indonesia.
“Kondisi ekonomi Jakarta saat ini menunjukkan tren positif. Pada triwulan terbaru, ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen. Inflasi tercatat sebesar 2,78 persen, terendah di Pulau Jawa dan berada di bawah inflasi nasional yang mencapai 3,34 persen,” kata Pramono, Senin (13/7/2026).
Dikatakannya, kualitas data membantu pemerintah mengevaluasi hasil pembangunan dan menentukan langkah intervensi berikutnya. Salah satu contohnya terlihat dari penurunan jumlah RW kumuh berdasarkan pendataan BPS, dari 445 RW pada 2017 menjadi 211 RW pada 2026.
“Data inilah yang menjadi dasar kita menentukan kebijakan pembangunan. Karena itu, saya mengimbau seluruh warga Jakarta yang menjadi responden sensus agar memberikan informasi secara jujur dan apa adanya. Data yang benar akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran,” ungkapnya.
