Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Kampanye Negatif Komoditas Kelapa Sawit Tak Didukung Publik Swiss
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Ekonomi > Kampanye Negatif Komoditas Kelapa Sawit Tak Didukung Publik Swiss
Ekonomi

Kampanye Negatif Komoditas Kelapa Sawit Tak Didukung Publik Swiss

Redaksi
Redaksi Published 09 Mar 2021, 08:47
Share
2 Min Read
IMG 20210309 084446
SHARE

indoposonline.id – Pemerintah Indonesia menyambut baik hasil referendum perjanjian IE-CEPA, yang digelar di Swiss Minggu, 7 Maret 2021. Mayoritas rakyat Swiss, sebesar 51,6 persen mendukung implementasi perjanjian IE-CEPA, yang telah ditandatangani pada Desember 2018. Setelah melalui perundingan yang berlangsung selama delapan tahun dengan 15 putaran.

Adapun perjanjian IE-CEPA merupakan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif. Yakni antara Indonesia dan negara-negara EFTA (European Free Trade Association). Yang beranggotakan Swiss, Norwegia, Islandia dan Liechtenstein.

Pasca penandatanganan perjanjian tersebut, masing-masing negara perlu melakukan proses ratifikasi. Norwegia dan Islandia telah menyelesaikan proses ratifikasi. Sementara proses ratifikasi Swiss, menghadapi tantangan penolakan berupa petisi dari salah satu LSM Swiss, karena isu komoditas kelapa sawit Indonesia yang dituduh merusak lingkungan.

Sesuai hukum yang berlaku di Swiss, ratifikasi perjanjian tersebut perlu melalui persetujuan publik melalui referendum. Hasil referendum tersebut menunjukkan bahwa kampanye negatif yang dilancarkan terhadap komoditas kelapa sawit, tidak mendapatkan dukungan dari publik Swiss.

Baca Juga

bris
Pulihkan Ekosistem Wisata Laut di Aceh, Pekerja BRI Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Perairan Kepulauan Sabang
Kata Menkeu Purbaya soal Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global
Binus University Kembangkan Global Learning System, Siapkan Talenta Hospitality Unggul yang Relevan
12Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article disway foto 6 Positif Setelah Vaksin
Next Article IMG 20210309 094255 Peringati Hari Musik, Jokowi Semangati Seniman di Tengah Pandemi

TERPOPULER

TERPOPULER
Timnas Indonesia U17
HeadlineOlahraga

Sempurna di Laga Pembuka, Timnas Indonesia Hajar Tiongkok 1-0 di Piala Asia U-17

HeadlineOtomotif
Volkswagen Luncurkan “ID. Buzz Eclipse Edition” di Indonesia: Ikon Listrik Kini Lebih Berani, Lebih Personal
06 May 2026, 11:00
Jakarta Raya
BPJS Ketenagakerjaan Mangga Dua Serahkan Manfaat di Acara May Day 2026 Jakarta Utara
06 May 2026, 09:24
Headline
4 Dokter Internship Meninggal Diduga Karena Beban Kerja, Legislator Minta Investigasi
05 May 2026, 21:45
HeadlineOlahraga
Carlos Pena Soroti Kartu Merah dan Peluang Terbuang usai Persita Digilas 0-2  Borneo FC
06 May 2026, 10:28
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?