Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Ramai Diperbincangkan di Media Sosial ‘Akhirnya Indonesia Juara 1’
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nasional > Ramai Diperbincangkan di Media Sosial ‘Akhirnya Indonesia Juara 1’
Nasional

Ramai Diperbincangkan di Media Sosial ‘Akhirnya Indonesia Juara 1’

Farih
Farih Published 25 Jul 2022, 20:34
Share
2 Min Read
21f2f73a ec20 4c39 b9e4 7bd6631cb362
Trotoar jalan selayaknya digunakan oleh para pejalan kaki dan dirancang untuk memanjakan pejalan kaki di DKI Jakarta dan sekitarnya, Senin (25/7). Foto: Joesvicar Iqbal/ipol.id
SHARE

IPOL.ID – Belakangan ini ramai diperbincangkan pada sebuah akun Sayur bersih di media sosial Facebook yang menyebutkan, Akhirnya Indonesia juara 1 “Indonesia peringkat pertama jadi negara paling malas jalan kaki sedunia”. Bahkan komentar pada akun tersebut tembus diangka 9.878 komentar dan 4.402 kali dibagikan.

Ada saja berbagai ragam komentar baik yang pro maupun kontra pada akun Sayur bersih tersebut. Namun demikian, saat dimintai komentarnya terkait hal tersebut. 

Pengamat Tata Kota, Nirwono Joga mengatakan, dari catatan dia, pertama tata kota di Indonesia maupun di Jakarta dan sekitarnya memang dirancang memanjakan pengendara motor dan mobil ketimbang pejalan kaki. Tidak ada pembatasan kendaraan pribadi. “Motor semakin dimanjakan dan memanjakan warga, sehingga dalam jarak dekat warga lebih memilih naik motor daripada berjalan kaki atau bersepeda,” terang Nirwono Joga pada ipol.id, Senin (25/7/2022).

Kemudian kedua, lanjut Nirwono, infrastruktur pejalan kaki (trotoar lebar dan nyaman, zebra cross, pelican crossing, jembatan/terowongan penyeberangan orang) masih buruk. “Hanya bagus dipusat kota saja,” kata dia.

Menurutnya, hal ini membuat warga semakin malas untuk berjalan kaki. Sebab, syarat pejalan kaki : muda, sehat, bukan disabilitas. Artinya berbahaya buat anak-anak, mereka yang lanjut usia (lansia), ibu hamil, maupun disabilitas.

37666f7a dfee 4787 932c 354ddfb3a281

Ketiga, sebut Nirwono, keamanan dan keselamatan pejalan kaki sangat terabaikan. Pada pengendaraan bermotor banyak yang tidak menghormati, bahkan mengintimidasi pejalan kaki (mengklakson, hingga menyerempet). 

Selanjutnya keempat, idealnya, kata dia, tata kota, tata bangunan dan lingkungan berorientasi pada pejalan kaki.

“Kita bisa membayangkan warga dapat berjalan kaki dengan nyaman dan aman ke berbagai tempat tujuan harian (sekolah, pasar, warung, toko, kantor, stasiun atau halte terdekat) dalam radius 500 meter dan jangkauan berjalan 10 menit,” tutup dia. (ibl)

Baca Juga

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (kanan) berdialog dengan seorang santri saat Forum Sahabat Tunas bertema “Cerdas, Sehat, dan Terlindungi” di Pondok Pesantren Qomarul Huda, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Selasa (5/5/2026), Dalam sesi interaktif tersebut, Meutya Hafid menyoroti tingginya penggunaan internet di kalangan remaja serta pentingnya pembatasan akses media sosial bagi anak guna mencegah dampak negatif, sekaligus menjadikan kegiatan ini sebagai ruang edukasi untuk meningkatkan literasi digital, mendorong penggunaan teknologi secara bijak, serta memperkuat karakter, kepercayaan diri, dan keseimbangan antara aktivitas di dunia nyata dan digital bagi generasi muda. Infopublik/Amiriyandi
Pesantren Benteng Utama Lindungi Anak dari Ancaman Digital
Viral Video Perayaan Idulfitri Tak Lazim, Tuai Pro dan Kontra di Media Sosial
‘Rasa Nusantara,’ Buka Puasa Ala Habitare Rasuna Jakarta
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: akhirnya indonesia juara 1, media sosial, news
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article b473c998 0dfb 471b 8dd9 ccc8989a0633 Banyak Laporan Rawan Kecelakaan, Jembatan Kapin Pondok Kelapa Bakal Ditutup Kamis Pekan Ini
Next Article IMG 20220725 WA0062 Buruh di Jakarta Sabar Ya, Pemprov DKI Sedang Pertimbangankan Banding ke PTUN

TERPOPULER

TERPOPULER
Ilustrasi tenaga kesehatan yang diduga melakukan malpraktik sunat laser. Foto: Kemenkes
Nasional

Instruksikan Revisi Regulasi Internship Kedokteran, Menkes: Berlaku Segera!

Ekonomi
Indonesia Punya Pabrik Kawat Baja Baru di Subang, Nilainya Rp300 Miliar
10 May 2026, 13:30
HeadlineOlahraga
Sambut Antusias Iwan Bule, Ribuan Anggota Bomber Padati GOR Sangkuriang Cimahi Saat Persib Tekuk Persija 2-1
10 May 2026, 19:53
Olahraga
Tutup Penataran Pelatih Anggar 2026, Ketua IKASI DKI Ghozi Zulazmi: Kami Harap Anggar dapat Populer di Sekolah-Sekolah
10 May 2026, 22:52
HeadlineJabodetabek
BMKG Prediksi Malam ini Jakarta Berpotensi Hujan
10 May 2026, 17:03
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?