“Saya ingatkan saja, supaya Anies tetap tegar jangan terbawa pikiran seperti itu. Anies ini dari mulai kuliah ini petarung, pernah jadi ketua dewan mahasiswa di UGM, bukan universitas kaleng-kaleng. Dia juga pernah capres di partai Demokrat. Di usia muda, dia juga rektor di Paramadina. Dia masuk di tim Jokowi – JK. Sekarang ini, Anies ini sudah kelas presiden. Bukan gubernur lagi,” jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Fadli Zon menegaskan, langkah partainya mendukung pilkada serentak 2024 bukan bertujuan untuk menjegal Anies Baswedan, yang masa jabatannya sebagai gubernur DKI Jakarta akan habis pada 2022.
Fadli menegaskan, keputusan Gerindra mendukung pilkada serentak di 2024 adalah demi kepentingan yang lebih besar, yakni untuk menjaga konsistensi UU Pemilu agar tidak terus berubah-ubah setiap lima tahun sekali.
“Kalau kasus per kasus kan semua kena. Banyak gubernur, bupati wali kota dari semua parpol (yang habis masa jabatannya pada 2022),” kata Fadli Zon. (omk)
