Dalam kasus saya, saya tidak bingung. Saya kan juga memiliki kekebalan ganda. Anti Covid-19 saya itu dari dua sumber sekaligus. IgG dan IgM saya reaktif semua –dengan nilai yang di atas 2.000. Itu menandakan bahwa kekebalan saya muncul dari dua sumber. Yang pertama dari transfusi plasma konvalesen. Yang kedua dari Covid yang menyerang saya.
Waktu itu dokter di RS Premier Surabaya memang bertindak cepat. Yakni setelah terkena Covid-19 lewat satu minggu badan saya belum mengeluarkan antibodi. Maka di hari ke-8 dokter memberi saya transfusi plasma konvalesen. Dua hari kemudian antibodi saya muncul. Yang dari konvalesen itu. Eh, lima hari kemudian muncul pula antibodi yang dari tubuh sendiri–akibat terserang Covid-19.
Semua orang harus vaksinasi. Tapi juga harus siap mental untuk tergolong yang 35 persen.
Maka mengendalikan perasaan ”Merdeka!” setelah vaksinasi begitu penting. Apalagi kalau belum hari ke-14.
Tapi dalam kasus Indri –terkena Covid di level 33– memang menarik. Apakah seandainya belum vaksinasi, level Covid-nya juga sebaik itu. Maka saya jadi ingin tahu berapa level Covid-19 yang menimpa bupati dan wakil bupati Ciamis itu. Juga yang menimpa Bupati Serang itu.
