Politisi Gerindra itu meminta agar warga tak abai dengan ancaman virus COVID-19, meski sudah mendapatkan suntikkan vaksin COVID-19 dan meminta agar Indonesia bisa belajar dari negara-negara yang melaporkan kasus gelombang kedua COVID-19 seperti India.
“Jangan sampai nanti gara-gara kita ketahui sekalipun ada vaksin, ada euforia kemudian terjadi pelonggaran, akhirnya sekarang di banyak negara terdapat peningkatan yang signifikan, jumlah kematian yang sangat banyak, ini mudah-mudahan tidak terjadi di Jakarta dan Indonesia,” ujarnya.
“Kita belajar dari banyak negara, kita minta masyarakat menerapkan prokes 3M sebagai sebuah kebutuhan, sebagaimana kita beribadah, minum, makan, gosok gigi itu kebutuhan yang kita biasakan,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap ada 12 WN India yang positif COVID-19 dari total 127 yang masuk Indonesia. Dua belas kasus tersebut sudah diambil sampel untuk “whole genome sequencing” untuk diketahui varian corona-nya.
“Dari 127 WNA yang sudah dilakukan tes semua, sampai saat ini ada 12 penumpang yang sudah positif, dan dari 12 penumpang itu kita lakukan ‘genome sequencing’ cuma hasilnya belum keluar,” kata Menkes Budi.
