Gatot menambahkan, wilayah Jatim memiliki potensi terjadi gempa bumi yang sangat tinggi karena terdapat 7 sesar aktif dan 6 segmen sesar.
“Adapun sesar yang dimaksud meliputi Sesar Naik Pati, Sesar Kendeng, Sesar Pasuruan, Sesar Probolinggo, Sesar Wongsorejo, Zona sesar RMKS (Rembang-Madura-Kangean-Sakala) dan Bawean Fault, sementara itu ada segmen Demak, segmen Purwodadi, segmen Cepu, segmen Blumbang, segmen Surabaya dan segmen Waru. Kemudian perlu diketahui, Gempa merupakan hal yang sudah pernah terjadi sejak dulu di Jatim, Madiun tahun 1862, Rembang, Pacitan dan terakhir di Kabupaten Malang baru-baru ini,” terang dia.
Diutarakannya, berdasarkan instruksi Gubernur Jawa Timur, BPBD bekerja sama dengan lembaga terkait langsung turun ke daerah terdampak pascagempa terjadi.
“BPBD Jatim bersama TNI, Polri, Basarnas, lembaga lainnya, masyarakat dan relawan melakukan penanganan darurat, evakuasi penduduk terdampak dan pemberian bantuan logistik. Selain itu juga dibantu oleh BPBD sekitar yang secara moril ikut membantu masyarakat terdampak meskipun bukan berada di wilayahnya, Sampai saat ini relawan dan tim gabungan masih terus melakukan penangann di beberapa daerah terdampak bencana baik itu bantuan materil dan bantuan pemulihan maupun trauma healing,” pungkas Gatot.
