“Pendudukan (Israel) meningkatkan strategi mengendalikan kota Yerusalem yang diduduki, menilai dan mengubah karakter demografinya, dengan mengeluarkan keputusannya yang tidak adil. (Israel) mengusir paksa 28 keluarga Palestina yang tinggal di Sheikh Jarrah, sebagai awal untuk membangun lingkungan Yahudi,” tulis Haniyeh.
Selanjutnya ia menguraikan rencana Israel yang menutup Masjid Al-Aqsa yang merupakan tempat suci umat Islam. Israel telah meningkatkan rencananya untuk pembagian ruang dan waktu di Masjid Al-Aqsa.
“Israel menutup tangga utama di Bab Al-Amud, salah satu gerbang utama Masjid Al-Aqsa mencegah kedatangan jamaah dan menyangkal pelaksanaan ritual dan doa mereka,” katanya lagi.
Di kesempatan yang sama, ia pun meminta Jokowi untuk menolong Palestina, terutama Gaza. Ia ingin Jokowi memobilisasi Arab dan dunia Islam untuk menentang pendudukan Israel. “Kami meminta Anda untuk bertindak segera, dan untuk memobilisasi Arab, Islam dan internasional,” tegasnya.
Secara rinci ada tiga permintaan dalam surat pemimpin Hamas untuk Jokowi, yakni:
- Akhiri agresi dan teror yang dilakukan oleh pendudukan Israel melawan Jalur Gaza yang terkepung.
- Akhiri semua pelanggaran di Yerusalem yang diduduki, termasuk skema pemukiman Yahudi, pengusiran paksa dan diskriminasi rasial, serta mencabut semua keputusan yang menargetkan sejumlah lingkungan warga Palestina terutama Sheikh Jarra.
- Jauhkan Israel dari Masjid Al-Aqsa dan izinkan warga berdoa dengan bebas.
Dia pun menyerukan upaya global bersama untuk “mengakhiri kekejaman rezim terhadap Palestina di Gaza dan wilayah-wilayah pendudukan”. (tim/berbagai sumber)
