Menurutnya, selama pandemi Covid ini pembeli berkurang sekitar 5 persen. Biasanya kalau ramai, mainan truk-trukan bisa laku 15 biji. Untuk harga masih ramah sama kantong. “Tapi saat ini paling yang laku terjual hanya 5 mainan saja,” ungkapnya.
Mainan truk ukuran besar dihargai Rp 300 ribu, truk BBM Pertamina Rp 250 ribu. Ada juga truk yang harganya mencapai Rp 500 ribu. “Tergantung dari bahan-bahannya, baik catnya, ban, maupun listnya dari fiber, semakin halus kerajinan buatan tangannya maka harganya lebih tinggi, akan kelihatan kok,” tuturnya sambil menunjukkan truk yang berbahan bagus itu.
Kemudian mainan kuda-kudaan Rp 250 ribu, kuda-kudaan yang terbuat dari papan Rp 150 ribu. Kinciran Rp 150 ribu buatan Wonogiri. Bajaj Rp 40 ribu.
Menurutnya, dulu pamannya Umar masih suka membuat sendiri mainan truk-trukan. Tapi itu dulu, karena mencari badan kayu dan proses pengerjaannya lama, serta membutuhkan waktu lama. Sehingga saat ini Umar tidak lagi membuat mainan mobil – mobilan, tapi memesannya dari Daerah Tanjung Pura, Karawang, Jawa Barat dan Lampung.
