Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Kisah Tata Putra Sapiyan, Pedagang Mainan Kayu yang Bertahan dari Hantaman Pandemi
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Jabodetabek > Kisah Tata Putra Sapiyan, Pedagang Mainan Kayu yang Bertahan dari Hantaman Pandemi
Jabodetabek

Kisah Tata Putra Sapiyan, Pedagang Mainan Kayu yang Bertahan dari Hantaman Pandemi

Pak We
Pak We Published 18 May 2021, 21:31
Share
3 Min Read
WhatsApp Image 2021 05 18 at 18.01.10 e1621338104831
Pedagang mainan truk-trukan, Tata Putra Sapiyan. Foto: Joe Iqbal/Ipol
SHARE

Menurutnya, selama pandemi Covid ini pembeli berkurang sekitar 5 persen. Biasanya kalau ramai, mainan truk-trukan bisa laku 15 biji. Untuk harga masih ramah sama kantong. “Tapi saat ini paling yang laku terjual hanya 5 mainan saja,” ungkapnya.

Mainan truk ukuran besar dihargai Rp 300 ribu, truk BBM Pertamina Rp 250 ribu. Ada juga truk yang harganya mencapai Rp 500 ribu. “Tergantung dari bahan-bahannya, baik catnya, ban, maupun listnya dari fiber, semakin halus kerajinan buatan tangannya maka harganya lebih tinggi, akan kelihatan kok,” tuturnya sambil menunjukkan truk yang berbahan bagus itu.

Kemudian mainan kuda-kudaan Rp 250 ribu, kuda-kudaan yang terbuat dari papan Rp 150 ribu. Kinciran Rp 150 ribu buatan Wonogiri. Bajaj Rp 40 ribu.

Menurutnya, dulu pamannya Umar masih suka membuat sendiri mainan truk-trukan. Tapi itu dulu, karena mencari badan kayu dan proses pengerjaannya lama, serta membutuhkan waktu lama. Sehingga saat ini Umar tidak lagi membuat mainan mobil – mobilan, tapi memesannya dari Daerah Tanjung Pura, Karawang, Jawa Barat dan Lampung.

Baca Juga

Muncul narasi tes PCR tak efektif deteksi Virus COVID-19. Foto: kemenkes
Belajar dari Pandemi COVID-19, Tes PCR Dinilai Efektif Deteksi Kehadiran Virus
Jokowi Terbitkan Perpres Akhiri Penanganan Pandemi Covid-19
Alhamdulillah, WHO Cabut Kedaruratan Global COVID-19
Previous Page123Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: features, pandemi covid-19
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article WhatsApp Image 2021 05 18 at 17.00.12 Shin Tae Yong Geber Latihan Perdana Timnas di Pantai Dubai
Next Article WhatsApp Image 2021 05 18 at 9.19.29 PM Ziarah ke Makam Sunan Ampel, “Wanita Emas” Mengaku Lihat Penampakan

TERPOPULER

TERPOPULER
unnp
HeadlineNusantara

Diduga Berhubungan Intim Sesama Jenis, Mahasiswa UNP Digerebek di Kos: Kampus Langsung Sanksi DO

Jakarta Raya
Di Rapat Pansus, Srikandi Demokrat Minta BUMD Transparan Terhadap Bantuan CSR untuk Masyarakat
19 May 2026, 19:26
Olahraga
PSSI Perpanjang Pendaftaran Garuda Academy Scholarship Program Year II
19 May 2026, 18:56
Ekonomi
Solidaritas Sosial Jadi Wajah Budaya Kerja PNM
19 May 2026, 18:25
Hukum
Tahap Dua, Bupati Pati Segera Diadili Terkait Perkara Pemerasan OPD dan Jalur Kereta
19 May 2026, 20:30
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?