Untuk mencapai tingkat produksi yang begitu tinggi, banyak hal yang perlu berjalan sesuai rencana di seluruh rantai produksi dan distribusi, mulai dari pengadaan bahan mentah hingga pembuatan bahan aktif, pengisian vial dan pendistribusian dosis ke pusat vaksinasi, kata Kis. “Sangat penting bahwa semuanya tiba di lokasi yang tepat pada waktu yang tepat.”
Tantangan yang Berkembang
Kapasitas produksi China sangat penting mengingat vaksin CoronaVac dan Sinopharm dibuat dari virus yang tidak aktif. Para ilmuwan mengatakan vaksin jenis ini membutuhkan lebih banyak waktu dan upaya untuk diproduksi daripada vaksin COVID-19 berdasarkan teknologi mRNA, seperti suntikan Pfizer atau Moderna.
“Untuk memproduksi virus mati, produsen pertama-tama perlu menumbuhkannya dalam sel hidup dalam bioreaktor besar, yang bisa memakan waktu berbulan-bulan,” jelas Kis.
?Untuk mencapai keuntungan besar, China mungkin memanfaatkan kapasitas yang ada untuk memproduksi vaksin virus yang tidak aktif terhadap penyakit lain, termasuk influenza dan hepatitis A,” kata Jin Dong-Yan, ahli virologi di Universitas Hong Kong.
