“Karena dites psikologi nih orang tidak punya kemampuan dalam bekerja di KPK. Bukannya memberikan solusi bagaimana dia keluar dari tekanan, tapi malah disandingkan antara Pancasila dan Alquran,” ketus Kapitra.
“Itu pertanyaan sulit yang pasti dialami, bukan dalam bentuk pertanyaan dalam bentuk realitas pekerjaan gitu,” tegasnya. (ydh)
