Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: PB IDI: Pulau Jawa Harus PSBB Ketat Dua Pekan!
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Headline > PB IDI: Pulau Jawa Harus PSBB Ketat Dua Pekan!
HeadlineIndex beritaNasional

PB IDI: Pulau Jawa Harus PSBB Ketat Dua Pekan!

Iqbal
Iqbal Published 27 Jun 2021, 20:25
Share
4 Min Read
SHARE

indoposinline.id – Indonesia tengah menghadapi gelombang lonjakan kasus COVID-19 dalam sebulan terakhir. Tercatat per tanggal 17 Juni 2021 sebanyak 12.624 kasus dan menjadi di atas 20.000 pada 26 Juni 2021.

Jika dibandingkan data 15 Mei 2021, terjadi peningkatan kasus pada 17 Juni sekitar lebih dari 500%, diikuti dengan peningkatan kasus kematian berkaitan dengan COVID-19. Bed occupation rate (BOR) untuk ruang isolasi dan ICU di atas 90%. Setidaknya lebih dari 24 kabupaten/kota melaporkan keterisian ruang isolasinya di atas 90%. BOR untuk ICU dari berbagai RS mendekati angka 100%.

Dalam keterangan tertulisnya, Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), menyatakan, terjadi penumpukan pasien dan antrean panjang di banyak Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS di kota kota besar. Bahkan banyak pasien yang meninggal saat tiba di IGD.

Kondisi semakin memprihatinkan dengan bertambahnya kasus pada dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya terkonfirmasi positif COVID-19. Sehingga perlu menjalani perawatan atau isolasi mandiri. Kondisi ini menyebabkan keterbatasan tenaga untuk melakukan pelayanan, keterbasaan fasilitas, dan SDM yang menyebabkan RS kolaps.

Baca Juga

vaksin booster KEMENKES
Tanpa Tunggu Undangan, Masyarakat Sudah Bisa Vaksin Booster Kedua
Malaysia dan Singapura Lepas Masker, Indonesia Kapan?
Dinkes DKI Buka 300 Sentra Vaksinasi Booster untuk Jakmania dan Warga Ibu Kota

Dalam keterangan pers yang ditandatangani Ketua Tim Mitigasi PB IDI, dr M Adib Khumaidi; Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI); dr Agus Dwi Susanto; Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Dr Sally Aman Nasution; Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof dr Aman Bhakti Pulungan; Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), Prof dr Syafri K Arif; Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI), dr Isman Firdaus, disebutkan sudah terdapat varian baru COVID-19 di berbagai kota di Indonesia. Varian baru tersebut terutama varian Delta memiliki karakteristik yang lebih mudah menyebar, menyerang segala usia tanpa perlu ada komorbid, lebih memperberat gejala, lebih meningkatkan kematian, dan menurunkan efektifitas vaksin.

“Kami tidak ingin Sistem Kesehatan Indonesia menjadi kolaps, oleh karena itu, kami Tim Mitigasi PB IDI dan Perhimpunan dokter-dokter spesialis yang terdiri dari PDPI, PAPDI, IDAI, PERDATIN, dan PERKI, mendorong dan merekomendasikan lima hal kepada pemerintah,” kata M Adib Khumaidi, Minggu (27/6/2021).

Berikut ini lima rekomendasi dari Tim Mitigasi PB IDI untuk mengerem laju penyebaran COVID-19:
1. Agar pemerintah pusat memberlakukan PSBB ketat serentak terutama di Pulau Jawa minimal 2 pekan.
2. Agar pemerintah atau pihak yang berwenang memastikan implementasi serta penerapan PSBB yang maksimal.
3. Agar pemerintah atau pihak yang berwenang melakukan percepatan dan memastikan vaksinasi untuk semua target populasi termasuk untuk anak dan remaja dan tercapai sesuai target, bila mungkin vaksinasi lebih dari 2 juta per hari, perluas tempat pelayanan vaksinasi.
4. Melakukan Tracing dan Testing yang masif agar kasus ditemukan sedini mungkin, termasuk untuk anak dan remaja. Angka positivity rate dan jumlah tracing per 1000 orang per minggu sesuai dengan standar WHO dijadikan kinerja setiap Kepala Daerah.
5. Agar masyarakat termasuk anak-anak selalu dan tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, tidak berpergian jika tidak mendesak, menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan lainnya.

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Cegah Covid-19, ikatan dokter indonesia, PSBB Ketat
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article WhatsApp Image 2021 06 27 at 7.58.21 PM 1 Pohon Beringin Tua Tumbang, Dua Lajur Jalan Raya Bogor Macet Parah
Next Article WhatsApp Image 2021 06 27 at 8.09.50 PM 1 Quartararo Rajai MotoGP Belanda, Vinales Melorot di Posisi Dua

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260524 WA0088
HeadlineNews

Ramalan Zodiak Pekan Ini 24–31 Mei 2026: Ada Kabar Mengejutkan soal Cinta dan Rezeki

Hukum
Kuasa Hukum Protes Keras Pembongkaran Paksa 15 Kontainer Milik PT PMM
24 May 2026, 20:33
Olahraga
5000 Pelari Ramaikan Starbucks Run 2026 di GBK
24 May 2026, 12:08
Olahraga
Bintang Muda Sepak Bola Putri Bersinar dari Dua Kota Kudus & Malang
24 May 2026, 19:04
News
RSC-WSC Gelar Temu Kangen: Edukasi Lawan Love Scam
24 May 2026, 13:15
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?