Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Miris, Tawuran Pasar Manggis di Tengah Pandemi Covid-19 dan Suasana Idul Adha
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Headline > Miris, Tawuran Pasar Manggis di Tengah Pandemi Covid-19 dan Suasana Idul Adha
HeadlineNews

Miris, Tawuran Pasar Manggis di Tengah Pandemi Covid-19 dan Suasana Idul Adha

Timur
Timur Published 23 Jul 2021, 08:29
Share
3 Min Read
tawuran pasar manggis 1
Bentrokan antarwarga terjadi di Jalan Menteng Wadas, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan (Ist)
SHARE

indoposonline.id – Miris, tawuran di kawasan Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, pecah di tengah suasana Hari Raya Idul Adha dan Pandemi Covid-19. Sehingga aksi tawuran itu sangat disayangkan banyak orang, karena ada korban warga yang dibacok dan ada pembakaran warung.
“Ya miris saja, lagi Pandemi Covid-19, orang pada susah, pada jaga kesehatan, apalagi kan suasana masih Idul Adha Bang, mending di rumah aja, kalo sudah begini kan warga juga yang merugi,” ujar salah satu warga yang tak ingin disebutkan identitasnya itu mengelus dada, Kamis (22/7/2021).
Adapun tawuran antar warga pecah di kawasan belakang Rumah Susun Pasar Rumput tersebut. Tidak ada konflik menahun yang melatarbelakangi tawuran antara kelompok pemuda Jalan Pariaman dengan pemuda di kawasan Kebon Sayur tersebut.
Namun, beberapa warga dari kedua belah pihak menyebut tawuran pecah kali pertama pada malam tahun baru 2021 lalu. Pemicunya karena petasan.
“Awalnya (terjadi tawuran) malam tahun baru, gara-gara petasan,” kata salah seorang warga Jalan Pariaman, Yogi, 48, pada wartawan, Kamis (22/7/2021).
Tercatat, tawuran antara dua kelompok itu terjadi tiga kali, pertama Senin dini hari, 19 Juli 2021. Sedangkan tawuran kedua, Selasa dini hari, 20 Juli 2021. Peristiwa ini terulang atau tawuran pecah untuk ketiga kali yaitu di Hari Raya Idul Adha, Selasa sore.
Yogi tidak mengetahui pasti kronologi  tawuran pada Senin dini hari dan Selasa dini hari.
Meski begitu, dia dan sejumlah warga Jalan Pariaman lainnya mengatakan, pemuda di wilayahnya tidak pernah menyerang lebih dahulu. Hal yang sama juga mengemuka saat tawuran terulang di Hari Raya Idul Adha, Selasa sore.
“Warga di sini diserang saat sedang bakar sate,” ujar Yogi pada wartawan.
Oleh karena itu, sambung dia menambahkan, pemuda dengan warga lainnya di Jalan Pariaman terlibat tawuran hanya untuk mempertahankan diri.
Yogi mengakui, polisi telah menangkap belasan pemuda setelah tawuran. Namun, katanya, pemuda yang diciduk mayoritas berasal dari Jalan Pariaman.
Sementara, seorang warga Jalan Kebon Sayur yang tak bersedia disebutkan namanya turut mengakui kali pertama, tawuran dengan pemuda Jalan Pariaman itu pecah pada malam tahun baru 2021. Dia pun menyebut, tidak ada konflik menahun yang memicu tawuran.
Dia mengetahui bahwa tawuran itu sudah terjadi tiga kali pada awal pekan ini.
“Untuk tawuran pertama Senin dini hari saya tidak tahu penyebabnya,” ucapnya.
Sedangkan untuk tawuran kedua yakni Selasa dini hari, bentrokan pecah setelah pemilik warung di kawasan Kebon Sayur dibacok oleh pemuda dari arah Jalan Pariaman. Pembacokan ini kemudian disertai pembakaran warung.
“Jadi di sini (Kebon Sayur) diserang lebih dahulu yang ditandai pembacokan pemilik warung dan pembakaran warungnya. Sehingga warga membalas,” ujarnya.
Sementara itu, Juhana, 43, pemilik warung yang menjadi korban pembacokan mengakui tempat usahanya sempat dibakar. Beruntung, warga sigap memadamkan sehingga api tak membesar.
Dia menilai tawuran lanjutan yang terjadi Selasa sore merupakan aksi balasan dari pemuda Kebon Sayur sehingga berimbas pembacokan dan pembakaran warung miliknya. (ibl)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Langganan Tawuran, pasar manggis, pembacokan, Tawuran
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article disway foto 7 Sarwono 77
Next Article WhatsApp Image 2021 07 22 at 23.26.39 1 KPK Tidak Bisa Hadapi Korupsi Sendirian, Ini Sebabnya

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260612 WA0093
Ekonomi

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Keandalan Pasokan Energi di NTT

HeadlineNasional
Kejagung Tetapkan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal sebagai Tersangka Kelima Korupsi MBG
12 Jun 2026, 19:52
HeadlineOlahraga
Hasil Piala Dunia 2026: Korea Selatan Perkasa  Hajar Ceko 2-1
12 Jun 2026, 13:04
Ekonomi
Bank Mandiri Jadi Bank Pertama di Indonesia yang Terhubung Langsung dengan CIPS, Perkuat Konektivitas Finansial RI-China
12 Jun 2026, 14:40
Gaya hidup
Menyeimbangkan Relaksasi dan Edukasi: Definisi Baru Libur Sekolah Bersama Properti Bintang Lima Eminence Global
12 Jun 2026, 15:16
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?