Pada strategi Organizational Readiness, FIFGROUP berhasil melakukan digital strategi dan cascading komunikasi di antara para pemimpinnya. Dengan memaksimalkan platform digitalnya, FIFGROUP memastikan terjadi proses penyampaian ke bawah (cascading) strategi dan implementasi proyek agar tersampaikan dengan baik.
Manajemen FIFGROUP juga menekankan kembali peran dan tanggung jawab para pemimpin (leader). “Kami memberikan pembekalan kepada setiap leader, baik di kantor pusat maupun cabang atas perannya sebagai agent of change dan human capital leader,” kata Arlien. Di samping itu, untuk menciptakan organisasi yang tangkas dan adaptif, FIFGROUP menggunakan strategi Business Process Reengineering (BPR) sebagai dasar untuk pengembangan proses organisasi.
Kedua, dalam hal pengembangan (reskilling dan upskilling) karyawan. FIFGROUP menjalankan program pengembangan yang cukup komprehensif untuk memaksimalkan potensi karyawan. Tahapnya dimulai dari memetakan struktur pekerjaan berdasarkan peta kompetensi, lalu merancang alat penilaian dan program pengembangan, dilanjutkan dengan membuat mekanisme agar karyawan dapat menilai diri sendiri dan mengumpulkan umpan balik dari atasan mengenai kompetensi mereka dan area pengembangan yang dibutuhkan.
