”Kalau Pemprov DKI sudah saatnya memecahkan rekor universal coverage. Artinya, seluruh pekerja di wilayahnya didaftarkan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Cep Nandi mengatakan, berlomba-lomba dalam mengerjakan kebaikan adalah perbuatan mulia dan bahkan dianjurkan dalam ajaran agama. Begitu pula Pemprov DKI seharusnya memprioritaskan program-program yang mulia seperti ini.
”Dan memang sepantasnya universal coverage diraih pertama kali oleh DKI sebagai Ibu Kota Negara sehingga nanti akan ditiru oleh daerah-daerah yang lain,” ungkapnya.
Dirinya yakin jika yang ingin dicapai adalah universal coverage untuk jaminan sosial, maka seluruh lapisan masyarakat akan mendukungnya tanpa ada kontroversi. ”Memang biaya yang harus dikeluarkan cukup besar, tapi itu akan sepadan dengan manfaat yang diperolehnya. Lain halnya jika menghambur-hamburkan biaya tapi demi kegiatan yang prestisius dan manfaatnya tidak jelas, maka itulah yang menimbulkan kontroversi di masyarakat,” tuturnya.
Pemprov Jawa Barat dan BPJAMSOSTEK memecahkan rekor MURI atas Perlindungan Program Jamsostek Kepada Tenaga Pendidik Bidang Keagamaan Terbanyak. Penghargaan atas terdaftarnya 150.842 Tenaga Pendidik Bidang Keagamaan itu diberikan langsung oleh Yusuf Ngadri Direktur Operasional MURI kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Zainudin di Bandung, Senin (31/8/2021).
