Direktur Operasi I Hutama Karya Novias Nurendra menyampaikan bahwa nilai kontrak proyek ini mencapai lebih dari Rp 1 miliar dimana pada Tahap 1 sebesar Rp 716 juta dan Tahap II sebesar Rp 334 juta.
“Cakupan pekerjaan yang kami garap dalam proyek ini antara lain pekerjaan jalan akses masuk, pekerjaan bangunan pelimpah, pekerjaan bangunan fasum (fasilitas umum) serta pekerjaan bendungan utama,” ujar Novias.
Bendungan Bendo menjadi satu dari empat bendungan prioritas yang diresmikan oleh Kementerian PUPR. Kehadiran bendungan ini nantinya dapat mendukung irigasi pertanian serta pengembangan sektor ekonomi lainnya di kawasan tersebut yang akan berdampak positif untuk masyarakat secara luas. (rob)
