Berkat ketenangan dan pengalaman segudang, Praveen/Melati akhirnya menang 27-25. Keberhasilan ini pun sekaligus memastikan Indonesia menang 5-0 atas Rusia.
“Tadi kami tetap bermain ngotot, walau tim Indonesia sudah menang 4-0. Selain ingin menyumbang poin, kami juga ingin cepat menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan,” tutur Praveen, usai pertarungan selama 41 menit kepada Tim Humas PP PBSI.
Praveen maupun Melati sejatinya ingin memanfaatkan laga perdana untuk meraup sebanyak mungkin pengalaman. Mereka pun ingin mendapatkan atmosfer pertandingan. Hal tersebut akan sangat berguna untuk mendukung permainan lebih optimal pada laga berikutnya.
“Bila nanti diturunkan lagi, kami pun jadi sudah benar-benar siap,” kata Ucok, sapaan karib Praveen. “Kami belajar dari pertandingan pertama di Olimpiade Tokyo lalu, kami tidak cepat in dan saya juga sudah bilang sama Meli (Melati) supaya hal itu tidak terjadi lagi,” tambah Ucok.
“Di gim kedua tadi kami kalah angin dan sering salah membuang bola. Tapi di luar itu komunikasi kami berdua sudah sangat baik sekarang,” sebut Melati. (bam)
