Dia menjelaskan, penerapan ganjil genap ini dilakukan untuk meminimalisir kepadatan kendaraan di wilayah selatan Kabupaten Bogor yang sempat terjadi pada 28-29 Agustus 2021.
Sebab, sepanjang akhir pekan kemarin, ada peningkatan jumlah kendaraan di kawasan Puncak hingga 40 persen atau sekitar 38 ribu kendaraan.
Di sisi lain, Bupati Bogor, Ade Yasin menyampaikan jika selama uji coba ganjil genap terbukti ampuh mengurangi kepada kendaraan, maka akan dibuatkan payung hukum untuk perkuatan dalam jangka panjang.
“Kita uji coba dulu. Kita lihat respon masyarakat, kalau mengarah pada perbaikan kita akan minta payung hukumnya. Uji coba juga sambil sosialisasi,” ujarnya.
Selain ganjil genap, Ade menegaskan bahwa bahwa setiap pengendara yang hendak menuju Kawasan Puncak juga wajib menunjukkan bukti mereka sudah divaksin. (bas)
