Selain itu, sekitar 8 dari 10 (82 persen) karyawan dan pengusaha di Singapura percaya bahwa vaksinasi terhadap COVID-19 harus diwajibkan di tempat kerja. Survei juga menemukan bahwa sekitar 5 dari 10 karyawan (54 persen) merasa rekan kerja mereka yang secara aktif memilih untuk tidak divaksinasi harus diberhentikan. Hampir 4 dari 10 (39 persen), merasa bahwa pemecatan adalah langkah yang terlalu jauh.
Survei tersebut mensurvei 1.000 karyawan dan 251 pengusaha di sektor teknologi, perbankan, keuangan, dan perusahaan di Singapura. Temuannya dirilis pada Selasa (7/9).
Jajak pendapat juga menunjukkan bahwa 79 persen pengusaha dan 84 persen karyawan setuju bahwa perusahaan harus memiliki visibilitas tentang siapa di antara anggota staf mereka yang divaksinasi dan siapa yang tidak. Dukungan kuat untuk vaksinasi menunjukkan keinginan untuk meninggalkan pandemi yang telah memakan korban ekonomi, fisik, dan emosional.
Hampir semua bisnis (95 persen) mengatakan bahwa mereka mengizinkan pekerja pihak ketiga masuk ke tempat kerja mereka dengan pembatasan seperti mewajibkan memakai masker. []
