IPOL.ID-Karya rajut tak lagi sekadar produk kerajinan biasa di tangan Nurul Dewi Harisbaya. Ia berhasil menghadirkan sentuhan wastra Nusantara ke dalam setiap karyanya.
Yakni dengan menciptakan perpaduan unik antara tradisi dan kreativitas modern yang kini mencuri perhatian di berbagai ajang nasional.
Perjalanan Nurul bermula dari sebuah tanggung jawab saat mendampingi tugas sang suami, Brigjen TNI Boemi Ario Bimo, S.E., yang kala itu menjabat sebagai Perwira Penuntun (Patun) di Seskoad.
Ia dipercaya memberikan pelatihan keterampilan kepada anggota Ikatan Istri Siswa (IIS), termasuk merajut.
Dari aktivitas tersebut, ketertarikannya terhadap dunia rajut tumbuh. Ia kemudian memperdalam kemampuan dengan belajar secara mandiri, aktif di komunitas, serta mencoba berbagai teknik yang semakin beragam.
Seiring waktu, karya yang dihasilkan pun berkembang. Tidak hanya membuat produk sederhana, Nurul mulai merancang beragam item seperti boneka amigurumi, tas, busana, hingga produk interior seperti karpet, selimut, cover sofa, taplak meja, dan dekorasi dinding.
