Inovasi yang memadukan teknik rajut dengan kekayaan motif tradisional dinilai menghadirkan perspektif baru dalam dunia kriya.
Pada gelaran PERSIT BISA 2, Nurul kembali memperkuat konsep tersebut dengan menghadirkan karya yang lebih eksploratif, sekaligus menegaskan identitas budaya dalam setiap produk yang dihasilkan.
Perjalanan kreatifnya juga didukung oleh Pembina Persit Kartika Chandra Kirana Cabang V Sterad PG Mabesad Mayjen TNI Rachmad Zulkarnaen serta Ketua Persit Ny. Else Rachmad Zulkarnaen.
Bagi Nurul, merajut bukan hanya tentang menghasilkan produk, tetapi juga menjadi medium untuk melestarikan budaya sekaligus memberdayakan orang lain.
Ia aktif membagikan keterampilan merajut kepada anggota Persit di berbagai daerah. “Karya itu bukan hanya soal hasil, tetapi proses yang bisa memberi manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Adapun PERSIT BISA 2 dijadwalkan kembali berlangsung pada 7–9 Mei 2026 dengan menghadirkan beragam booth kreatif, pameran karya, dan pengalaman inspiratif. “Ini bukan sekadar event, tapi pengalaman,” ucap Nurul. (bam)
