Fokus utamanya kini mengarah pada produk interior yang dinilai memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi sekaligus nilai estetika yang kuat.
Melalui karya-karya tersebut, ia mulai bereksperimen mengadaptasi motif-motif khas Nusantara ke dalam rajutan.
Motif batik seperti Mega Mendung, Parang, Kawung, hingga corak khas Sasak Lombok diolah ulang menjadi karya rajut yang memiliki karakter baru. Pendekatan ini menjadikan produknya tidak hanya fungsional, tetapi juga sarat nilai budaya.
Karya-karya tersebut dipasarkan melalui akun Instagram @ndh.craft dengan sistem pre-order (PO). Setiap produk dibuat secara handmade, sehingga waktu pengerjaan menyesuaikan dengan tingkat kerumitan desain, ukuran, dan kombinasi warna.
Eksistensinya pun semakin diakui. Nurul sempat berpartisipasi dalam Bazar Kembang Nusantara di Graha Siliwangi, Bandung, sebelum akhirnya tampil dalam ajang PERSIT BISA yang digelar di Balai Kartini, Jakarta.
Dalam ajang tersebut, karya rajut bernuansa wastra Nusantara miliknya menjadi salah satu daya tarik.
