Selain itu, dia juga memuji PB WI di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto yang telah menugaskan wasit/juri berkualitas untuk memimpin pertandingan. “Penilaian wasit/juri PON XX Papua sangat fair dan bisa diterima semua peserta,” tandasnya.
Ke depan, kata Gunawan Tjokro, Pengprov WI DKI Jakarta akan terus meningkatan pembinaan wushu dan berharap adanya fasilitas latihan di PPOP Ragunan. “Pengprov WI DKI Jakarta berharap ada fasiltas latihan di PPOP Ragunan sehingga tidak berpindah-pindah lagi,” imbuhnya.
Secara terpisah Sekum Pengprov WI DKI Jakarta, Herman Wijaya merasakan pelaksanaan PON XX Papua ini sangat istimewa dengan kahadiran Presiden Joko Widodo yang didampingi Menpora Zainudin Amali dan Menko Bidang Perekonomian yang juga Ketua Umum PB WI menyaksikan pertandingan cabang olahraga wushu. “Saya selaku masyarakat wushu bangga pak Presiden Joko Widodo hadir langsung menyaksikan pertandingan didampingi pak Zainudin Amali dan pak Airlangga Hartarto,” ujarnya.
Lima medali emas Kontingen Wushu DKI Jakarta disumbangkan Edgar Xavier Marvelo (Chang Quan, Dao Shu + Gunshu Putra), Nandira Mauriskha (Chang Quan Putri), Jumanta (kelas 60kg putra) dan Abdul Haris S (kelas 65kg putra). Sedangkan lima perak dari M Abdul Harist (Jianshu + Qiangshu putra), Eugenia Diva Widodo (Daoshu + Gunshu Putri), Buston Siagian (kelas 52kg putra), Amanda Lalaopatty (kelas 52kg putri), dan Dianda A Pietter (kelas 56kg). Kemudian lima perunggu dari Septiadi (Nan Guan + Nangun Putra), Jason Keitaro Widyawan (Dao Shu + Gunshu), Ilsa Valentina Surjaputi (Taiji Quan + Taijijian Putri), dan
