“Rusun UNIKI kami bangun satu tower setinggi tiga lantai dengan jumlah hunian 43 kamar dengan tipe 24 termasuk untuk para mahasiswa penyandang disabilitas. Sejumlah fasilitas meubelair seperti tempat tidur, lemari pakaian, meja dan kursi juga kami sediakan agar mahasiswa bisa tinggal dengan nyaman dan semangat belajar. Total anggaran pembangunan Rusun UNIKI adalah Rp 14,58 miliar,” terangnya.
Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, Prof Dr Afridar, menyebutkan bahwa Rusun tersebut nantinya diperuntukan khusus untuk mahasiswi dan diprioritaskan untuk mereka yang berasal dari luar daerah. Dengan demikian, mereka dapat tinggal dan tidak perlu mencari kos yang jauh dari kampus ini.
“Kami sangat mendukung pembangunan Rusun mahasiswa dari Kementerian PUPR dan berharap program ini bisa dilanjutkan agar pendidikan Indonesia bisa berkualitas. Disamping itu kami juga berencana menambahkan satu mata kuliah khusus untuk memperkuat pembelajaran Agama Islam sesuai dengan slogan “Bireuen Kota Santri”, terangnya. (rob)
