Anggia menyebutkan melalui penggambaran di dalam film, karakter Nussa dibiarkan tampil mengalir menjadi manusiawi yang memiliki rasa cemburu bahkan egois. Ia dan tim memiliki visi bahwa suatu ide atau cerita dapat mengalir dengan baik karena mengandung relevansi di kehidupan semua kalangan. (ant/rob)
