Menkominfo memaparkan untuk pemerataan infrastruktur telekomunikasi, Pemerintah telah membangun komponen backbone dengan penggelaran fiber optic. Di saat bersamaan, Pemerintah juga membangun Base Transceiver Station (BTS) di seluruh kawasan 3T. Sementara, operator telekomunikasi seluler membangun di kawasan komersial yang saat ini belum tersedia layanan 4G.
“Kita juga membangun middle mile, baik itu microwave link maupun satelit. Nah satelit ini adalah bagian middle mile. Kita harapkan Satelit SATRIA -I akan diluncurkan ke orbit di pertengahan tahun 2023 dan commercial operation-nya bisa dilakukan di kuartal keempat tahun 2023,” jelasnya.
Menurut Menteri Johnny, pembangunan Satelit Multifungsi Satelit Republik Indonesia atau SATRIA-I dilakukan dengan Thales Alinea Space. Bahkan menurutnya, saat ini sudah ada lima satelit di Indonesia yang diproduksi perusahaan asal Prancis itu, termasuk Satelit Telkomsat.
“Satelit SATRIA-I dan Telkomsat tersebut dapat menyediakan bandwidth masing-masing sebesar 150 GBps dan 32 GBps. Satelit Telkomsat sebentar lagi akan ditandatangani antara Thales dan Telkomsat. Diharapkan meluncur di orbit pada kuartal pertama tahun 2024,” ujarnya.
