Nandira terperosok ke peringkat tiga di nomor kombinasi tersebut setelah penampilannya dengan tombak hanya mendapat nilai 9.60 setelah sebelumnya memiliki bekal poin tertinggi 9.70 di nomor pedang.
Selain itu, kata Herman Wijaya, atlet wushu yang juga menjadi andalan DKI Jaya, Erwin Wijayanto peraih emas nomor Jian Shu Dan Qian Shu di PON 2016 Jabar tidak bisa tampil karena mengalami cedera lutut.
“Jadi ia tidak bisa tampil ketika harus memainkan senjata tombak, karena ketika ia giliran memainkan pedang cederanya kambuh, ” papar pemilik Padepokan Wushu Rajawali Sakti itu.
Namun yang menggembirakan, katanya, Tim Wushu DKI Jaya yang biasanya serial perhelatan PON hanya meloloskan dua atlet di final nomor sanda di ajang PON kali ini mampu meloloskan hingga lima atlet.
“Cuma di final mereka harus berhadapan dengan senior nya peraih medali emas PON 2012-2016.Tapi, mereka mampu menandinginya, ” ungkap Herman Wijaya.
Kedepan, menghadapi PON 2024 Aceh-Sumut, DKI Jaya akan mengevaluasi hasil PON Papua terutama mengisi kelas-kelas kosong seperti di nomor lowong yang tidak diikuti atlet DKI Jaya.
