”Ada banyak penyebab gangguan pencernaan bisa terjadi. Mulai dari pola makan yang salah, gaya hidup tidak sehat, hingga munculnya tanda dan gejala penyakit tertentu,” ungkapnya.
Pada skala ringan, gangguan pencernaan dapat muncul dan hilang dengan sendirinya atau setelah mengonsumsi obat. Namun, pada tingkat lebih tinggi, gangguan pencernaan harus diwaspadai karena bisa menyebabkan masalah lebih serius di sistem pencernaan. Dua gangguan pencernaan paling umum ditemui adalah penyakit batu empedu dan kanker usus besar.
Hardianto mengatakan, penyakit batu empedu merupakan gangguan pencernaan yang kerap ditemukan, namun sering tidak disadari. Penyakit batu empedu atau cholelithiasis adalah penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami sakit perut mendadak. Akibat adanya batu di dalam kantong empedu.
”Kantong empedu merupakan organ dalam di sisi kanan perut tepat berada di bawah hati. Kantong tersebut memiliki fungsi menyimpan cairan empedu, nantinya akan dilepas ke usus kecil dan membantu proses pencernaan,” ungkapnya.
