“Dari penangkapan AH diketahui, 4 orang tersangka lainnya. Tersangka MR dan MT pun ikut ditangkap di lokasi berbeda. Ketiganya ditahan di Polsek Cakung,” ujarnya. Berdasarkan catatan kejahatan di Polres Metro Jakarta Timur, AH diketahui memiliki setumpuk laporan kejahatan. Bahkan, AH merupakan DPO di Kepolisian Bekasi dan sekitar Jakarta lainnya.
“Dalam aksi perampokan ini, AH sebagai promotor melakukan kegiatan pencurian dengan kekerasan. AH merupakan DPO di beberapa wilayah termasuk Bekasi ada beberapa kejadian dan wilayah lain sekitar Jakarta. Dalam kegiatannya, tersangka memiliki modus sama,” tutur Erwin.
Bahkan dari catatan kejahatan AH, Erwin menyebutkan, sejak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) AH sudah menjadi inisiator tawuran terutama di kawasan Cakung. “AH ini mempunyai trek rekor kejahatan perampokan di beberapa Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ungkap dia.
Seperti diketahui bahwa korban Sigit bertugas di bagian Pelayanan Bus (PLB) Transjakarta tewas usai dibegal oleh sekelompok orang di sekitar halte bus wilayah Ujung Menteng, pada Senin (25/10) lalu. Korban mengalami luka bacok dibagian lengan kirinya.
