”Kegiatan ini juga menjadi proses pendidikan kebudayaan bagi generasi muda dan dapat menjadi media proses pembelajaran, pemberian wawasan pengetahuan. Sehingga para generasi muda di Banyuwangi ini bisa memanfaatkan dengan optimal kegiatan ini,” jelas Susanto.
Karena masih dalam situasi pandemi, kegiatan Festival BYCN ini diikuti oleh perwakilan pemuda dari 14 desa se-Kecamatan Kabat, termasuk pelaku UMKM seperti pembudi daya jamur tiram. Para peserta mendapatkan pelatihan makanan olahan produk jamur tiram dan gula semut, pelatihan dan pelayanan foto produk, desain produk, komunikasi visual, serta sosialisasi perizinan dan kelembagaan.
”Semoga UMKM ini terus berkembang. Harapan kami kegiatan ini bisa terus dilaksanakan dan bisa mengangkat potensi dari 14 desa di Kecamatan Kabat,” katanya. (irm/tim)
