Dirunut dari masa lalu, pengaruh sistem pendidikan era kolonial sedikit banyak berpengaruh. Pribumi tidak dipacu menjadi cerdas karena proses berpikir, tetapi hanya untuk lebih patuh dan setia pada nilai-nilai inlandernya.
“Dan nilai inlander itu yang terus berkembang hingga hari ini. Bangsa kita menjadi bangsa yang tidak punya kepribadian kuat dan malas berpikir,” lanjutnya.
Abduhzen juga menyampaikan evaluasinya atas problem pendidikan nasional, Yang pertama menurutnya, problem pendidikan nasional telah melampaui kapasitas departemental atau diserahkan hanya pada level kementerian, tetapi harus ditangani terpadu sampai pada tingkat negara dan dipimpin langsung oleh kepala negara.
“Kedua, siswa didik kita harus dibiasakan mau berpikir dengan proses menggunakan nalar. Kemampuan bernalar sangat dibutuhkan untuk membentuk kepribadian yang berkarakter unggul,” jelas dia.
Ketiga, proses belajar mengajar harus menggunakan proses dialogis dengan penggunaan bahasa yang benar, sebagai media pencerdasan. Karena itu membenahi bahasa berarti sedang membenahi cara berpikir.

