Maqin menambahkan CPNE merupakan program LPEI dalam bentuk pelatihan dan
pendampingan yang berorientasi ekspor diperuntukkan bagi para pelaku usaha dan
juga anggota koperasi. Program pelatihan dan pendampingan ini dilakukan selama
satu tahun dan tidak dipungut biaya.
LPEI/ Indonesia Eximbank menerapkan beberapa strategi untuk membantu para
pelaku UKM agar naik kelas, salah satunya dengan mengedepankan program
pengembangan masyarakat berbasis komoditas. Program ini dirancang sebagai
solusi bagi para pelaku usaha dan dilaksanakan secara terintegrasi seperti Desa Devisa yang merupakan program pengembangan masyarakat berbasis komoditas untuk menghasilkan devisa, dan marketing handholding yang merupakan program memasarkan produk yang dihasilkan UKM secara digital melalui marketplace global.
“Data pada akhir November 2021 lalu, kita sudah memberikan pelatihan kepada 2.706
pelaku UKM tersebar di 15 kota, dan terdapat 75 pelaku usaha yang merupakan
lulusan CPNE yang telah berhasil melakukan ekspor perdana serta sudah ada 6
program Desa Devisa yang melibatkan 26 desa dengan total 2.894 petani/pengrajin,”
jelasnya.
