Padahal, ungkap dia, potensi kematian yang diakibatkan oleh varian Omicron ini masih tinggi, utamanya bagi lansia serta mereka yang memiliki penyakit penyerta.
“Kita booster masih di bawah lima persen, potensi kematian tinggi. Bahkan (vaksin) dua dosisnya saja masih kurang di luar Jawa-Bali, ini berisiko,” sesalnya.
