Di Jalan Raya Lebaksiu dan Balapulang juga terendam banjir akibat luapan air sungai yang ada di sebelah jalan. Banjir tersebut mengakibatkan arus lalu lintas tersendat karena kendaraan yang harus pelan saat melewati banjir.
“Untuk banjir di Dukuh Duren Sawit, Desa Kesuben Kecamatan Lebaksiu, ada beberapa rumah yang terendam. Ketinggian air 40 centimeter hingga 100 centimeter,” kata relawan PMI Kabupaten Tegal, Ramedon.
Menurutnya, banjir di desa tersebut terjadi di sejumlah titik, yakni di RW 03 RT 1, 2 dan 3 serta RW 02 RT 5. Banjir disebabkan hujan deras yang terjadi pada pukul 18.30 WIB. Kemudian, pada pukul 19.30 WIB, beberapa titik aliran sungai meluap dan air masuk ke pemukiman warga.
“Banjir juga mengakibatkan warga mengungsi. Namun sampai malam ini kita masih melakukan pendataan warga yang mengungsi,” jelasnya.
Menanggapi sejumlah wilayah di Kabupaten Tegal terendam banjir, Anggota Fraksi Golkar, DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni meminta kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun pemerintah pusat untuk segera melakukan normalisasi sejumlah sungai. Karena banjir yang terjadi karena beberapa sungai terjadi pendangkalan.
