Selain Lombok, Anto menyebut, jika potensi peningkatan kunjungan wisata maupun penginapan bisa terjadi di daerah lain. Sebab, pada saat gelaran MotoGP berlangsung, akan tersebar beberapa informasi mengenai tempat wisata di luar lombok seperti Bali dan Jakarta.
Pasalnya, orang yang mengunjungi tempat wisata tersebut merupakan orang-orang yang punya penggemar dan secara tidak langsung mempengaruhi promosi yang luar biasa besar dampaknya.
“Salah satu yang lagi hits di media sosial yaitu bagaimana seorang pembalap yang cukup banyak penggemar sosial medianya salah sebut nama kota Jakarta menjadi Yakarta dan itu banyak yang kepo apa itu Yakarta. Sehingga kita sebagai pengelola yang ada di tempat tersebut harus memberikan pelayanan terbaiknya,” ungkapnya.
Agar kunjungan wisata tersebut bisa bertahan lama, Anto menuturkan, jika pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus ikut andil dalam mempromosikan wisata di Pulau Lombok dan sekitarnya.
“Pertama tentunya masyarakat sekitar, pengelola, dinas terkait saat ini benar-benar memberikan layanan terbaiknya. Sehingga image atau citra tempat wisata itu bisa terjaga dan exposure positif bisa didapat dari pengunjung saat ini. Karena event ini sangat potensial untuk mengenalkan wisata yang ada di sekitar mandalika,” pungkasnya.
